Keterangan Terdakwa Karyawan PLTU, Berbelit-Belit

-- --
Terdakwa Suryono saat menghadiri persidangan
REMBANG - cbfmrembang.com, Kasus pada persidangan intimidasi kerja wartawan dengan terdakwa Suryono, warga Desa Grawan, Kecamatan Sumber, yang merupakan salah satu karyawan PLTU PJB Sluke kembali digelar dipengadilan negeri Rembang, Kamis (06/072017) pukul 12.00 WIB.

Persidangan mencapai babak ke enam, yaitu, mendengarkan saksi kunci dan mendengarkan keterangan terdakwa Suryono. Dalam kesempatan itu, Suryono memberikan keterangan yang berbelit-belit, saat dicecar pertanyaan oleh majelis hakim.

Suryono mengakui membawa HP salah seorang wartawan Jawa Post Radar Kudus biro Rembang, Tri Bekti Wisnu Aji diperkirakan dibawa selama 20 sampai 30 menit.

Sedangkan soal apakah terdakwa melakukan penghapusan file foto yang ada didalamnya, Suryono menyangkal semua keterangan para wartawan yang sebelumnya memberikan kesaksian, yang intinya melihat terdakwa mengotak-atik hand phone salah seorang wartawan yang diminta Suryono. 

Padahal Tri Bekti Wisnu Aji sendiri mengaku semua file foto saat peliputan pada hari itu hilang. Ia dengan jelas dipersidangan sebelumnya, menyatakan dirugikan, karena tidak dapat membuat berita tanpa foto hasil reportase.

Suryono menjelaskan, ia meminta hp Wisnu saat yang bersangkutan, tengah mendapatkan telepon dari Humas RSUD Rembang, yang saat itu masih dijabat oleh Giri Saputro. Terdakwa mengaku, meminta dengan baik-baik, dan akan dikembalikan, setelah proses evakuasi para korban selesai.

Saat itu, Suryono meminta hp Wisnu untuk memastikan, jika para wartawan sudah mendapatkan izin dari pihak menejemen rumah sakit. Namun langsung ditahan untuk sementara, dengan alasan sudah mendapatkan izin dari pemiliknya.

Disetiap persidangan, Ia berdalih, hanya membawa hp, dan tidak pernah memencet hand phone yang dibawanya. Selain itu, Ia selalu saja mengaku fokus pada evakuasi rekannya yang menjadi korban kecelakaan kerja di PLTU Sluke.

"Saya tidak pernah mengotak-atik atau membuka HP wisnu atau pencet-pencet, saya hanya fokus pada evakuasi rekan saya, yang terkena luka bakar" jelasnya. 

Saat ditanya oleh Ketua Majlis Antyo Harri Susetyo, terkait korelasi antara evakuasi, dan mengembalikan hand phone wartawan menunggu setelah proses evakuasi selesai, meski sudah tidak digunakan, Suryono, beralasan mendapatkan izin pemiliknya.

"Tadi suadara menerangkan kalau saudara fokus ke evakuasi. HP dikembalikan setelah evakuasi. Pertanyaan saya, korelasinya apa, kenapa kok  evakuasi hp kenapa harus dibawa, kok tidak dikembalikan, kan evakuasi" tanya Ketua Majlis Hakim.

"Dan saya berharap itu, karena saya minta izin, karena saya sudah mendapatkan izin dari pemiliknya. Ya saya berharap hpnya saya bawa, posisi disitu kan biar evakuasinya lancar. Dan biar memberikan penjelaskan kepada teman-temannya sesama wartawan" jawab Terdakwa Suryono yang berbelit-belit, dan berputar-putar.

Sementara itu, Diky Prasetya dalam persidangan membenarkan jika ada suara seruan pengroyokan dan pembunuhan. Bahkan salah seorang yang menyampaikan ancaman tidak akan bertanggung jawab, jika ada apa-apa dengan para wartawan jika tetap melakukan pemotretan.

Diky menambahkan, jika terdakwa ikut terlibat melarang dan menghalangi peliputan yang dilakukan sejumlah wartawan, pada tanggal 18 Agustus 2016 silam. ( Ah / Mf )

Berita Terkait

Terbaru 5525079468748091947

Post a Comment

Radio Online

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::