Pelaksanaan Lima Hari Kerja Dievaluasi Kembali.

-- --
Dihari pertama kerja Bupati dan Wakil  bupati bersilaturohmi dengan jajaran ASN di lingkup pemkab Rembang 
REMBANG-cbfmrembang.com, Dihari pertama masuk kerja pasca libur panjang Aparatur Sipil Negara (ASN) dipacu untuk meningkatkan kinerjanya. Salah satu wacana yang kemungkinan akan diterapkan kembali yaitu enam hari kerja tahun 2018 mendatang.

Pelaksanaan 5 hari kerja di lingkup Pemkab Rembang yang selama ini sudah berjalan akan dievaluasi kembali. Hal tersebut disampaikan Bupati H. Abdul Hafidz saat memimpin apel pagi sekaligus silaturohim dihari pertama kerja pasca lebaran di lingkup Setda Rembang(03/7).

Bupati  mengatakan pelaksanaan  5 hari kerja ini perlu dievaluasi kembali karena setelah melihat dalam pelaksanaanya tidak lebih bagus dari 6 hari kerja. Dengan pertimbangan secara ekonomi dan sosial.

“, Kami telah mengevaluasi dari perjalaan kita apakah lima hari kerja ini lebih bagus, lebih tepat jawabanya belum tentu. Kami mewacanakan 6 hari kerja karena ada pertimbangan ekonomi dan sosial. Dengan pertimbangan itu  kalau kita sepakat nanti bisa juga mulai tahun 2018  kembali 6 hari kerja, langkah ini sudah  kita utak-atik, kita evaluasi.”,Ungkap Bupati

Bupati menyebutkan selama pelaksanaan 5 hari kerja pulang hingga jam setengah empat sore justru stamina Aparatur Sipil negara (ASN) dilihatnya loyo karena dinilai ruang untuk istirahat, olahraga dan kumpul bersama anak dan istri kurang. Secara ekonomi 6 hari kerja bisa lebih efiisien karena bisa menghemat pengeluaran  dan fres bagi keluarga.

Oleh sebab itu lanjut bupati, salah satu perhatiannya adalah mengembalikan  5 hari kerja menjadi 6 hari kerja meskipun ada pro dan kontra, namun dari evaluasi 70 persen lebih,  lebih menyukai 6 hari kerja.

“,Oleh karena itu salah satu perhatian saya meskipun ada yang tidak setuju apalagi  yang glajo rumahnya  solo atau yogya ini biasanya pasti ndak  setuju saya tidak melihat itu . Jadi sedang kita evaluasi saya sudah menemukan 70 persen lebih menyukai 6 hari kerja”,tuturnya

Bupati juga mengajak seluruh Aparatur sipil Negara (ASN) di lingkup pemkab Rembang membangun sebuah kekuatan yang bisa bermanfaat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Jangan ada ego dalam tugas kita, ibarat kita satu tubuh, kalau kepalanya sakit tentu kakinya ikut sakit atau sebaliknya.

“,inilah yang namanya tubuh kita. satu tubuh jangan sampai kita terpecah belah terpisah pisah. Karena mempunyai dampak luar biasa  pelayanan kita pada masyarakat. Saya meminta ASN membuang egonya masing-masing, kalau sekiranya ada Tupoksi   yang diberikan  maka itu tidak satu-satunya  harus diselesaikan, tetapi kalau Tupoksinya  kurang bisa memahami dan  yang lain bisa membantu mengerjakan”,Jelas Bupati 

Justru diakui Bupati  yang menjadi keprihatinan dan terjadi sekarang ini  ketika dibantu orang lain tersinggung ini sangat berbahaya, padahal kita butuh kebersamaan.

“, Kondisi ini menjadi keprihatinan Saya karena setelah dilihat  dalam pelaksanaanya  ego yang ada masih tinggi. Saya minta ego yang tinggi dibuang saja, karena dengan kebersamaan inilah yang akan membangun sebuah kekuatan yang bisa dirasakan oleh masyarakat “, imbuhnya.( Mufti affandi )

Berita Terkait

Utama 1709588660148791471

Post a comment

Radio Online

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::