Pelaku Intimidasi Wartawan, Suryono Dituntut 7 Bulan Penjara

-- --
Suryono (jaket Biru) saat meninggalkan ruang sidang
REMBANG - cbfmrembang.com, Kasus intimidasi wartawan dengan terdakwa pekerja PLTU PJB Sluke. Suryono (30) warga Desa Grawan Kecamatan Sumber didakwa oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan hukuman 7 bulan penjara.

Sidang dengan agenda pembacaan tuntutan, digelar pada hari Kamis (13/07/2017) di ruang Cakra pengadilan negeri Rembang.

Dalam tuntutan jaksa, terdaksa disebut secara sah dan menyakinkan telah melakukan penghalang - halangan dan menghambat kerja kerja wartawan saat melakukan peliputan diarea rumah sakit umum daerah Rembang.

Selain itu, terdakwa dianggap dengan sengaja membawa hand phone salah seorang wartawan yang, yang disertai dengan penghapusan file berupa foto, yang membuat salah seorang wartawan tidak dapat membuat berita.

"Secara sah dan meyakinkan terdakwa melakukan penghalang-halangan, dan meyakinkan telah melakukan penghambatan terhadap kerja sejumlah wartawan yang melakukan peliputan" kutipan tuntutan yang di bacakan JPU.

Muhammad Salahuddin membeberkan beberapa hal yang memberatkan dan meringankan yang dilakukan terdakwa. Pertimbangan yang memberatkan, tindakan Suryono adalah, telah menghalang – halangi kerja insan pers, dalam mencari berita. Sehingga, mengakibatkan informasi tidak sampai ke masyarakat. Sedangkan yang dapat meringankan, terdakwa belum pernah dihukum, sebagai tulang punggung keluarga, sopan dalam persidangan, menyesali kesalahan dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. 

Selain itu, Suryono juga terbukti melanggar tentang kemerdekaan pers. Salahuddin menambahkan perbuatan terdakwa secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 18 Ayat 1 Undang – Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers.

Mendengar tuntutan tersebut, terdakwa Suryono siap membacakan nota pembelaan. Semula penasehat hukum terdakwa, Darmawan Budiharto memohon sidang dilanjutkan Kamis pekan depan. Tetapi Ketua Majelis Hakim, Antyo Harri Susetyo menolak permohonan yang diajukan oleh penasehat hukum terdakwa. Hakim meminta sidang untuk tetap digelar pada hari Senin, 17 Juli 2017.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rembang, Djamal A Garhan mengungkapkan berdasarkan Undang – Undang Pers, negara menjamin kemerdekaan pers, untuk mencari, memperoleh dan menyebarluaskan informasi. 

Apabila ada yang sengaja menghalangi atau menghambat, ancaman hukumannya paling lama 2 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 500 juta. Kalau jaksa hanya menuntut 7 bulan, ia berharap Majelis Hakim dapat pempertimbangkan, dengan menjatuhkan hukuman yang setimpal dan tidak mencederai rasa keadilan.

Sebagaimana berita sebelumnya, pada tanggal 18 Agustus 2017, Suryono yang merupakan pekerja PLTU, warga Desa Grawan, Kecamatan Sumber duduk dikursi pesakitan kantor pengadilan negeri Rembang, dalam kasus intimidasi dan menghambat kerja wartawan. 

Ia didakwa menghalangi dan menghambat kerja wartawan, dan sekaligus mengambil dan menahan Hand Phone yang disertai dengan penyensoran berupa penghapusan file foto, milik salah satu wartawan Radar Kudus Jawa Pos, Tri Bekti Susilo Wisnu Aji, saat meliput korban kecelakaan kerja pekerja PLTU Sluke, yang waktu itu sedang menjalani perawatan di rumah sakit dr R Soetrasno Rembang. ( ASMUI  )

Berita Terkait

Terbaru 3457819441055315704

Post a Comment

Radio Online

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::