Pemkab Datangkan Ratusan Ton Garam Impor

-- --
Dilanda kemarau basah produksi garam di Rembang terhenti
REMBANG - cbfmrembang.com, Untuk memenuhi kebutuhan garam, pemerintah  Kabupaten Rembang, sudah menandatangani pengajuan 350 ton garam impor dari India dan Astralia.

Hal tersebut dilakukan, hanya untuk memenuhi kebutuhan, dan industri garam yang ada di Kabupaten Rembang. Saat ini, stok garam dinyatakan sudah kosong, setelah beberapa bulan terakhir, Indonesia dilanda kemarau basah.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan koperasi dan UKM Kabupaten Rembang Muntoha mengaku, hari Jum'at 28 Juli 2017, diminta menandatangani untuk pengajuan garam kepada Disprindakop Provinsi Jawa Tengah.

Menurutnya, dari 350 ton yang diajukan, diperkirakan akan mampu memenuhi  kebutuhan garam, setidaknya, hingga para petani garam Rembang kembali, berproduksi.

"Kalau saya pasca itu masuk di industri bagian saya. Saat ini stok di Rembang  kosong. Kemarin saya sudah mengajukan kepada impor garam hari ini 28 juli 2017 sudah saya  tanda tangani" kata Muntoha.

Muntoha menyatakan, akan menggandeng dua perusahaan garam terbesar yang ada di Indonesia. Dimana, salah satunya adalah PT Garam Indonesia. Ia menambahkan, saat ini, stok garam di Rembang, masih menggantungkan impor dari pemerintah, selama petani garam belum dapat memproduksi.

"Kita akan menggandeng dengan swasta, PT Garam Indonesia. Kebutuhan lokal saat ini kalau tidak di suplai impor ya tak tercukupi, wong sudah habis kok" jelasnya.

Soal kapan datangnya garam impor tersebut, Disprindakop Rembang belum dapat memastikan. Yang jelas, tidak akan menunggu sampai persediaan garam langka di pasaran. (  ASMUI  )
Reaksi: 

Berita Terkait

Utama 7605294113690715761

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::