Peneliti Perancis Tertarik Prasasti Sambikalung.

-- --
Peneliti Perancis Veronique tertarik situs prasasti Sambikalung
PAMOTAN-cbfmrembang.com, Peneliti effo Perancis Dr. Veronigue blood bersama pakar Aarkeologi nasional (Arkenas) prof. Agustianto tertarik pada peninggalan bersejarah dikabupaten Rembang. 

Selama perjalannya di Rembang telah menyusuri beberapa peninggalan bersejarah mulai dari piringan, caruban, situs Mojopahit di Jolotundo dan  Sumber girang Lasem, masjid Lasem, desa Gembleng Mulyo, dan dukuh Ngreco Langkir. Selain itu peneliti juga tertarik situs perahu kuno Punjulharjo. Kunjungan terkakhir minggu lalu ( 16/7) melihat langsung Prasasti Sambikalung di desa pamotan kecamatan pamotan.

Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia dan Tenaga Ahli Cagar Budaya Rembang Edi Winarno saat mendampingi peneliti tersebut mengatakan, peneliti perancis tertarik prasasti sambikalung karena selain ukurannya besar juga terdapat tulisan kecil huruf kuno berjajar rapi mencapai ratusan yang isinya belum tergali.

Menurut keterangan Edi Winarno penemuan situs Sambikalung awalnya terdapat di  pohon Kesambi. Muncul secara keseluruhan setelah pohon kesambi tumbang tahun 1994 dan dilaporkan kebalai Arkeologi. Namun karena keberadaan prasasti  masih misterius menjadi ketertarikan Arkenas dan peneliti Perancis. 

 “,Ukuran  prasasti Sambikalung sangat besar, terdapat tulisan kuno yang masih misterius dan belum bisa dikenali karena tulisannya kecil berjajar rapi ukuran sekitar 1 cm, Prasasti ini tidak cukup bisa dimaknai tapal batas, meski ada hal penting yang disampaikan dalam prasasti. Sehingga pihaknya mengupayakan minta bantuan balai arkeologi yogya atau Prambanan yang mempunyai alat lebih canggih untuk menelitinya”, Ungkapnya. 

Edi Winarno sekaligus Kepala dinas kearsipan dan perpustakaan Kabupaten Rembang   juga menyayangkan kondisi prasasti yang tidak terawat karena termakan cuaca panas dan hujan menyebabkan tulisannya mulai terkikis dan tidak kelihatan. 

Pihaknya berharap ada perhatian dari pemkab atau pihak desa pamotan khususnya untuk pelestrarian sejarah prasasti, minimal terlindung dari cuaca panas dan hujan dengan dibuatkan kanopi. 

Sementara itu Ketua RW 07 Dukuh Sambikalung  Trimo menyatakan, pihaknya sebelumnya sudah mengusulkan pihak desa Pamotan untuk membuatkan kanopi agar kondisi prasasti sambikalung bisa terawat,  namun sejauh ini belum ada tanggapan dari pihak desa.
  
Dari Hasil penelitian prasasti,sejauh ini belum bisa disimpulkan dan perlu penelian ulang dari tenaga ahli cagar budaya, apakah prasati Sambikalung merupakan  peninggalan jaman Majapahit abad 14 atau sebelumnya jaman jenggala abad 11 karena masih membutuhkan penelitian menggunakan alat yang lebih canggih lagi.  (Mufti Affandi )

Berita Terkait

Utama 5252762481209015266

Post a Comment

Radio Online

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::