Kasus Traktor Nglojo, Saber Pungli Siap Ajukan Tersangka

-- --
Traktor bantuan pemerintah
REMBANG - cbfmrembang.com, Kasus dugaan pungutan liar, pada bantuan traktor yang diberikan kepada kelompok Tani Karya Mulya II Desa Nglojo Kecamatan Sarang, sudah memasuki tahapan gelar perkara.

Pada Senin pagi (31/07/2017), seluruh anggota mengadakan kajian di kantor Saber Pungli di jalan Gatot Subroto no 8 Rembang.

Berdasarkan keterangan Ketua Saber Pungli Kabupaten Rembang, Pranandya Subyakto, pihaknya sudah memeriksa beberapa saksi, yang dalam waktu dekat, dua diantaranya, kemungkinan akan ditetapkan sebagai tersangka.

Pranandya juga menyebut, pada kasus ini, telah ditemukan unsur tindak pidana didalamnya. Namun, pihaknya masih menunggu kajian dari tim yustisi, untuk menentukan pengajuan tindak pidana kasus tersebut.

Pasalnya, berdasarkan temuan dari hasil kajian, pungutan liar pada bantuan traktor bagi kelompok tani didesa Nglojo Kecamatan Sarang ditemukan dua unsur pidana didalamnya. Yaitu, tindak pidana umum, dan tindak pidana kusus.

"Untuk kasus traktor di Desa Nglojo Kecamatan Sarang, baru saja kemarin Senin (31 Juli 2017), tim Saber Pungli sudah melakukan penindakan gelar perkara yang diikuti seluruh pokja. Pada intinya, kasus ini dua-duanya bisa masuk, baik pidana umum dan pidana khusus" kata Prandya Subyakto.

Pranandya mengaku, sudah memintai keterangan saksi dari Dinas terkait. Namun ia menyatakan belum ada indikasi keterlibatan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Rembang selaku kepanjangan tangan pemerintah daerah, untuk memberikan bantuan.

Selain itu, dari hasil pemeriksaan dari pihak Dinas terkait, bantuan yang diberikan kepada kelompok tani, tidak ada pungutan biaya, alias gratis.

"Kami sudah memeriksa saksi dari Dintanpan.Sampai hari ini belum ada indikasi keterlibatan OPD terkait. Dinas pertanian juga menyatakan, jika bantuan traktor untuk kelompok tani semuanya gratis" Jelas Pranandya

Sampai hari ini, ada beberapa nama yang masih dirahasiakan identitasnya. Diantaranya, KA Petugas Pendamping Desa yang berperan pencari kelompok tani yang membutuhkan bantuan hand traktor. Selain itu juga AR, yang merupakan oknum BPD Desa Nglojo yang lebih dulu dimintai keterangan.

Bupati Rembang Abdul Hafidz, senantiasa mengingatkan kepada kelompok tani penerima agar tidak meminta dan memberikan uang. Jika ditemukan indikasi pungutan, Bupati menyatakan akan menarik bantuan yang sudah diberikan pemerintah.

Bahkan, ia tak segan memproses hukum, bagi oknum yang melakukan pungutan pada bantuan yang diberikan oleh pemerintah, yang nyatanya tidak ada pungutan sepeserpun. ( ASMUI  )








Reaksi: 

Berita Terkait

Utama 1489235366834702588

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::