Sosialisasi Bahaya Kanker Serviks Terus Digalakan

-- --
Kegiatan sosialisasi bahaya kanker serviks
REMBANG-cbfmrembang.com, Gerakan antisipasi penyakit kanker serviks terus digalakkan di Indonesia tak terkecuali di kabupaten Rembang. Salah satunya dilakukan oleh Yayasan Gerakan Peduli Kanker Indonesia (YGKPKI) yang sejak bulan Mei kemarin bergerak ke desa-desa untuk mensosialisasikan bahaya penyakit tersebut.

Duta Kanker dari Yayasan Gerakan Peduli Kanker Indonesia (YGKPKI) , Adi Fuad kepada CBFM mengatakan bahwa kanker serviks menjadi momok yang sangat mengerikan bagi perempuan. Penyakit ini menjadi pembunuh nomor satu di dunia pada saat ini. 

“Karena dari 15 ribu kasus baru pertahun, 8000 berakhir dengan kematian. Artinya dari 100 persen penderita 60 persen meninggal dunia dan hanya 40 persen yang selamat. Hampir 10 tahun ini Indonesia menjadi negara dengan jumlah penderita terbanyak di dunia, “ ungkapnya.

Penyakit ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu serangan virus Human Papilloma Virus (HPV) tipe 16 dan tipe 18. Jika memasuki tahap lanjut bisa menyerang organ tubuh yang lain, sehingga bisa mengakibatkan kematian. Virus ini menyerang manusia melalui seks bebas.

Penyebab selanjutnya yaitu perokok aktif maupun pasif. Dan ketiga makan makanan yang mengandung borak dan formalin, untuk itu pihaknya meminta kepada masyarakat bisa berhati- hati dalam mengkonsumsi makanan.  

 “Yang keempat kandungan dioksin atau zat pemutif yang terdapat di pembalut yang berkualitas rendah yang beredar di pasaran. Kalau masyarakat masih menggunakan pembalut semacam itu setidaknya dua jam sekali harus ganti kedua dilapisi tiga lembar kain di atas pembalut yang berkualitas rendah. 

Kenapa karena dalam menstruasi itu hangat, pada waktu darah kotor itu turun ke permukaan pembalut kalau tidak dilapisi kain dia akan menguap kembali ke organ kewanitaan secara perlahan, tetapi kalau dilapisi kain setidaknya ada penghalangnya, “ terangnya.

Untuk di kabupaten Rembang pihaknya belum mengetahui secara pasti, namun dari hasil terjun ke masyarakat banyak sekali yang terkena kanker serviks baik yang stadium satu sampai stadium lanjut. Ia berharap masyarakat bisa mengikuti program pemerintah untuk melakukan screening pap smear dan Ifa tes, bagi wanita 40 tahun ke bawah 6 bulan sekali dan 40 tahun ke atas satu tahuan atau dua tahun sekali.

Langkah selanjutnya bisa melakukan pemberian vaksin anti virus HPV. Sangat efektif bagi gadis usianya 9 hingga 26 tahun, tiga kali dalam setahun dan manfaatnya sampai delapan tahun. Namun karena mahalnya vaksin ini masih jarang, di kabupaten Rembang biaya untuk vaksin ini setelah ada subsidi dari pemerintah hanya sekira Rp. 700 ribu, sangat murah dari sebelum adanya subsidi hampir Rp. 1,2 juta .

Untuk terhindar dari penyakit kanker serviks, Ia menghimbau kepada masyarakat khususnya perempuan harus menjaga kebersihan organ kewanitaan, stop seks bebas, hindari pembalut dengan kualitas rendah. Kemudian melakukan vaksin anti virus HPV, deteksi organ intim secara dini dan berkala. (Mufti Affandi )
Reaksi: 

Berita Terkait

Terbaru 4763550848939181582

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::