Suporter Ricuh, PSIR Ditahan Imbang PPSM Magelang 2-2

-- --
PSIR saat menjamu PPSM Sakti Magelang
REMBANG - cbfmrembang.com, Pertandingan antara PSIR, yang menjamu tamunya tim kesebelasan PPSM Sakti Magelang di stadion Krida Rembang pada Sabtu sore (28/08/2017) berakhir dengan skor imbang 2-2.

PSIR tampil menyarang pada menit awal dimulainya pertandingan, dan mendahului mencetak gol pada menit 7 oleh Koko Hartanto. Namun tak menunggu waktu lama, PPSM membalas gol tuan rumah melalui Taryono. 

Tim tamu berbalik unggul 2 – 1 atas tuan rumah, setelah striker PPSM, Reza Aji mencatatkan namanya di papan skor. Kedudukan 2 – 1 bertahan hingga jeda babak pertama usai.

Namun pada babak kedua, pada menit 74, suporter PPSM Magelang yang duduk di tribun bagian selatan terlibat saling lempar dengan suporter tim tuan rumah. Kerusuhan semakin meluas, ketika suporter PSIR Rembang, dalam hal ini Ganster yang duduk di tribun timur, membantu membalas lemparan suporter tamu.

Polisi terpaksa menembakkan gas air mata, untuk meredam kericuhan. Namun disayangkan, tembakan gas air mata oleh Satuan Pengendali Massa Polres Rembang, bersamaan dengan hembusan angin dari timur. Sehingga, gas yang ditembakkan membuat seluruh penonton distadion keluar berhamburan karena merasa pedih, terkena gas air mata. 

Wakil Kepala Polres Rembang, Kompol Pranandya Subyakto mengatakan, tembakan gas air mata sudah sesuai standar operasional prosedur (SOP) pengamanan, jika bentrok antar 2 kelompok sulit diatasi. Tetapi, faktor angin yang memicu tembakan gas air mata menyebar merata didalam, hingga depan stadion Krida.

“Tujuan kami untuk meredakan kerusuhan. Pasukan Dalmas juga langsung membuat barikade untuk memisahkan suporter PSIR dan suporter Magelang. Kondisi akhirnya bisa terkendali, sehingga pertandingan dapat dilanjutkan” kata Pranandya.

Selain itu didalam stadion, kericuhan juga terjadi diluar stadion. Saling serang masih terjadi, meski pihak keamanan sudah berusaha menghalau kedua belah pihak untuk menahan diri.

Akibat terjadinya kericuhan, pertandingan terpaksa diberhentikan kurang lebih selama 22 menit. Karena ada jaminan keamanan dari pihak kepolisian, akhirnya kedua belah pihak sepakat untuk kembali bertanding.

Pada menit ke 84, pemain depan PSIR Ananias Fingkreuw menyamakan skor menjadi 2 – 2, lewat gol sundulan kepala, memanfaatkan tendangan bebas.

Usai wasit meniupkan peluit panjang, aparat kemanan fokus melakukan evakuasi para suporter PPSM Magelang untuk keluar stadion. Polisi juga menggelar penyisiran kendaraan yang ditumpangi suporter tamu. Hasilnya, sempat ditemukan batu serta minuman keras didalamnya, dan langsung diamankan.

Manajer PSIR Rembang, Wiwin Winarto enggan mempermasalahkan tidak adanya tambahan waktu pertandingan. Menurutnya, kendala sarana penerangan stadion kedepan perlu diatasi.

Sementara itu, manajer operasional PPSM Magelang, Eko Carnio menyatakan antar pemaian tak ada masalah. Di luar lapangan, meraka rata – rata saling mengenal. Kericuhan muncul, karena ulah sebagian suporter. 

Meski gagal membalas kekalahan pada laga putaran pertama PSIR vs PPSM yang berakhir 1 – 0, namun Eko mengaku tetap bersyukur, dapat tambahan 1 poin dikandang PSIR. 

Dalam insiden ini, empat anggota Ganster, dan 1 Pemain PSIR Rudi Santoso terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena mendapatkan luka terkena lemparan. (  ASMUI  )
Reaksi: 

Berita Terkait

Terbaru 9063871767136922535

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::