Warga Diminta Jeli Gunakan Garam Impor

-- --
REMBANG - cbfmrembang.com, Menjelang kedatangan garam impor yang didatangkan oleh Pemerintah untuk mengatasi kekurangan stok garam, warga diminta lebih jeli jika untuk dikonsumsi. Pasalnya, dari segi kwalitas, antara garam lokal dan impor mempunyai tekstur yang jauh berbeda.

Hal tersebut disampaikan oleh perwakilan Dinas Perindustrian Perdagangan dan UMKM Provinsi Jawa Tengah Yeti dalam sesi dialog bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, yang bertajuk "Meretas Kelangkaan Garam".

Menurutnya, garam impor untuk dikonsumsi, harus memahami untuk cara pengolahan. Dari segi rasa, garam impor mempunyai rasa pahit. Sementara garam lokal, punya cita rasa gurih, yang tak tergantikan.

"Garam itu, memang dari sisi, gak usah menggunakan laboratorium. Coba kalau kita kelapangan, ngicipi kita jilat garam impor ada pahit-pahitnya sementara dan garam lokal ada gurih-gurihnya" jelas Yeti. 

Sementara itu, soal informasi kedatangan garam impor dari Australia ke Indonesia, pada golombang pertama, dijadwalkan akan sampai tanah air pada 10 Agustus 2017 mendatang.

"Untuk kadatangan garam impor, kemungkinan pada 10 Agustus 2017 untuk gelombang pertama" kata Ganjar pada sesi dialog yang di siarkan langsung radio cbfm Rembang. ( ASMUI )
Reaksi: 

Berita Terkait

Terbaru 8245820839281258545

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::