BIG Delineasi Batas Desa.

-- --
Tim delineasi Badan Informasi Geospasial melakukan pencocokan batas antar desa dengan perwakilan antar desa
SUMBER-cbfmrembang.com, Badan Informasi Geospasial  (BIG)sebelumnya Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional / Bakosurtanal), hari selasa (20/9),  melakukan delineasi batas-batas desa di wilayah kecamatan Sumber.

Kegiatan yang diselenggarakan di aula kecamatan Sumber itu guna melakukan pencocokan peta dengan kondisi lapangan melalui kesepakatan antar kepala desa.

Koordinator delineasi - Hakiki Ridwan mengatakan,  delineasi dilakukan untuk penegasan batas-batas desa di wilayah kecamatan Sumber,  dan menfasilitasi  bagi pemerintah desa setempat dengan pemerintah desa tetangga untuk menentukan batas-batas desa melalui forum kesepakatan. 

Hakiki Ridwan  menjelaskan , apabila dalam forum kesepakatan itu belum ada titik temu, akan difasilitasi hingga adanya kesepakatan antar 2 desa yang bertetangga tersebut, hingga adanya berita acara kesepakatan. Setelah delineasi selesai, nantinya di tahun 2018, akan dilakukan tematik berupa survey lapangan dan pemasangan pilar di batas-batas desa.

Disebutkan Hakiki Ridwan dasar dilakukannya Delineasi yakni  peraturan tentang tanah di Indonesia, yaitu Undang-undang nomor 5 tahun 1960 tentang peraturan dasar pokok-pokok agraria. Undang-undang yang dibuat semasa Presiden Soekarno, sampai saat ini tidak pernah dirubah. INSERT 20 Sept 2017 Hakiki Ridwan 2

“,Pada masa lalu menentukan batas desa antara desa yang satu dengan lainnya  ada perbedaan karena berdasarkan letak geografis. Dicontohkan para leluhur menentukan batas desa ada yang menentukan dengan jauhnya jarak kepulan asap dari pembakaran jerami, dan ada batas desa ditentukan dengan sungai karena sulitnya menyeberangi sungai yang luas ketika banjir, sehingga bisa menimbulkan konflik”, Ujarnya

Sekretaris kecamatan Sumber - Kamdani menandaskan pembatasan batas desa melalui delineasi itu sangat penting di masa depan jika di batas desa itu ada kekayaan alamnya seperti emas atau minyak bumi. Sehingga nantinya tidak timbul konflik antar desa untuk memiliki dan menggunakannya.

“,Pernah ada kejadian sawah dalam 1 petak berada di desa Logede dan desa Ronggomulyo ingin dijadikan satu sertifikat  , Padahal berada di 2 desa berbeda, Namun tidak bisa diwujudkan karena secara hukum berada di 2 lokasi desa berbeda”, Imbuhnya .(Masudi )
Reaksi: 

Berita Terkait

Terbaru 4489094736839580797

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::