Pasar Semi Modern Pandangan, Diresmikan

-- --
Saat Bupati Rembang meninjau los pasar Pandangan Kecamatan Kragan, bersama OPD terkait.
KRAGAN - cbfmrembang.com, Satu lagi Pemerintah Kabupaten Rembang telah menyelesaikan proyek pembangunan pasar tradisional semi modern di wilayah Rembang bagian timur.

Lebih tepatnya yaitu pasar Pandangan Kecamatan Kragan, yang sudah diresmikan secara langsung oleh Bupati Rembang H Abdul Hafidz, pada hari Jum'at siang (24/09/2017).

Dalam sambutanya, Bupati Rembang menyampaikan dengan jelas, pembangunan pasar Pandangan Kecamatan Kragan, dibangun melalui tahun anggaran 2016. Dengan rincian biaya, Rp 491.681.000 bersumber dari dana alokasi khusus. Sedangkan Rp 5.300.506.000 merupakan bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Pada proyek ini, dana alokasi khusus digunakan untuk membangun 30 unit kios dipasar Pandangan. Sedangkan bantuan keuangan dari Provinsi Jawa Tengah, digunakan untuk pembangunan mulai dari los pasar, jalan keliling pasar,  Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS), dan fasilitas lain seperti mandi cuci kakus (MCK).

"Untuk pembangunan pasar kita menggunakan dana bantuan keuangan Provinsi Jawa Tengah 5 milyar sekian. Sedangkan pembangunan 30 los, menggunakan dana alokasi khusus 400 juta sekian dan sudah terlaksanan dengan baik. Keberadaan pasar ini menunjukkan bahwa pemerintah serius untuk membangun fasilitas perdagangan pasar tradisional" tutur Bupati.

Dengan pembangunan pasar Pandangan, Bupati berharap para pedagang merasa nyaman menggunakan pasar yang dibangun dengan total anggaran Rp 5,8 milyar lebih. Ia juga meminta, para pedagang untuk tertip berjualan sesuai dengan zona, atau blok yang sudah ditata.

"Diharapkan para pedagang merasa nyaman karena tempatnya bersih dan indah. Jadi tidak semua orang menempati jualan apa terserah. Jadi harus berdasarkan kelompok, atau los" himbaunya.

PLT Kepala dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Rembang Abdullah Zawawi menyampaikan, pembangunan pasar akan kembali ditindak lanjuti dengan pemberian sekat sebagai pembatas, atas permintaan dan kesepakatan para pedagang. 

Menurut Zawawi, dari pembangunan sekat-sekat itu, nantinya, dapat menampung sedikitnya 246 pedagang, yang termasuk kios dalam los. Dengan rincian, 110 pedagang lapak (lesehan), 182 pedagang yang biasa menempati sekat-sekat, dan 40 pedagang lain, merupakan zona bagi penjual ikan.

"Dari pembangunan sekat-sekat itu, dapat menampung sejumlah pedagang meliputi kios dalam los 246 pedagang. Lesehan 110 pedagang, yang semula nempel dibuatkan sekat-sekat 182 pedagang, pedagangan ikan 42 pedagang" jelasnya.  

Sebelumnya, pembangunan pasar tradisonal yang disulap menjadi semi modern juga dilakukan pemerintah sebagai langkah untuk menata sektor perdagangan di Rembang. 

Pasar yang sudah terlebih dahulu dibangun menjadi semi modern diantaranya, pasar Sarang, pasar Pamotan, dan Pasar di Kecamatan Lasem. ( ASMUI ) 

Reaksi: 

Berita Terkait

Utama 8749807025889966871

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::