Pihak Desa Janjikan Pemberian Kanopi Prasasti Sambikalung

-- --
Peneliti perancis tertarik prasasti sambikalung 
PAMOTAN-cbfmrembang.com, Untuk melestarikan  peninggalan budaya dan kearifan lokal, Pihak desa Pamotan kecamatan Pamotan tahun depan mengupayakan bisa memberikan pelindung (Kanopi) Prasasti Sambikalung agar tidak rusak termakan oleh terpaan cuaca, Hal tersebut disampaikan kepala desa Pamotan Abdul Rauf.

Menurut Abdul Rouf untuk merealisasikan pembuatan pelindung Prasasti dari terpaan hujan dan panas Pihak desa masih  menunggu usulan Rencana anggaran belanja (RAB) yang diusulkan oleh Pihak RW setempat. Agar bisa direalisasikan dalam Musrengbangdes tahun depan.  

“,Saya sudah meminta Pak RW  Sambikalung secepatnya untuk membuat Rencana anggaran belanja (RAB) yang dibutuhkan berapa untuk pembuatan Kanopi, dan diusulkan ke Pihak desa melalui Musrengbangdes agar tahun depan bisa direalisasikan”, Ujar Kades pamotan Abdul Rouf

Sementara ketua RW Sambiklaung Trimo saat dikonfirmasi membenarkan terkait adanya usulan pemberian kanopi prasasti sambikalung. Pihaknya sudah mendapatkan kabar dari pihak desa terkait usulan Rencana  anggaran Belanja  (RAB) pembuatan Kanopi Prasasti sambikalung.   

“,Sejauh ini Usulan kepihak desa Pamotan untuk membuatkan kanopi sudah disampaikan. Terkait proses usulan harus melalui RAB telah disampaikan oleh Pihak desa dan Pihak RW secepatnya akan mengusulkan   kepihak desa”, Kata Ketua RW sambiklung Trimo. .    

Sebelumnya Peneliti Perancis Dr. Veronigue  bersama pakar Arkeologi nasional (Arkenas) prof. Agustianto pada bulan juli lalu (16/7) tertarik pada peninggalan bersejarah dikabupaten Rembang. Selama perjalannya di Rembang salah satunya  menyusuri peninggalan bersejarah Prasasti Sambikalung di desa pamotan kecamatan pamotan.

Peneliti perancis tertarik prasasti sambikalung karena selain ukurannya besar juga terdapat tulisan kecil huruf kuno berjajar rapi mencapai ratusan yang isinya belum tergali. Namun disayangkan kondisi prasasti kurang  terawat karena termakan cuaca panas dan hujan menyebabkan tulisannya mulai terkikis dan tidak kelihatan. 

Dari Hasil penelitian prasasti, sejauh ini belum bisa disimpulkan dan perlu penelian ulang dari tenaga ahli cagar budaya, apakah prasati Sambikalung merupakan  peninggalan jaman Majapahit abad 14 atau sebelumnya jaman jenggala abad 11.( Mufti Affandi) 
Reaksi: 

Berita Terkait

Terbaru 2150976158460811702

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::