Diduga dipaksa Tenggak Miras Hingga Tewas, Keluarga Korban Marah

-- --
Salah satu korban yang selamat dan menjalani perawatan di Puskesmas Sluke
SLUKE - cbfmrembang.com, Pihak keluarga pelajar yang meninggal dunia usai menenggak minuman keras oplosan (Miras) di Desa Sendangmulyo Kecamatan Sluke, menuding ada unsur paksaan pada pesta miras yang dilakukan oleh salah satu teman korban.

Menurut dokter penanggung jawab di Puskesmas Sluke Samsul menjelaskan, pada Selasa pagi (24/10/2017), keluarga korban miras mendatangi Puskesmas, dan hampir mengamok, kepada salah satu korban miras oplosan yang masih dirawat, karena diduga memaksa korban untuk meminum barang haram itu.

Samsul menambahkan, korban datang ke Puskesmas Sluke dengan diantar satu temannya dengan mengendarai sepeda motor tanpa didampingi keluarga pada Senin pagi (23/10/2017) sekitar Jam 10.00 WIB. 

Berdasarkan hasil urine sudah berwarna kuning pekat, yang menandakan korban sudah mengalami keracunan. Setelah melihat kesadaran korban yang terus menurun, pihak Puskesmas langsung merujuk korban ke RSUD, hanya didampingi putugas kesehatan Kecamatan.

Usai korban dirujuk, kata Samsul, teman korban yang mengantarkan ke Puskesmas itu tiba-tiba pergi begitu saja seperti ketakutan.

"Jadi tadi pagi keluarga korban datang ngamok di Puskesmas gak terima karena keluarga menduga ada yang maksa minum" kata dokter yang menjadi PLH di Puskesmas Kecamatan Sluke itu.

Kapolsek Kecamatan Sluke AKP Sunarmin mengaku, pihaknya sedang melakukan pendalaman soal kejadian pesta miras yang merenggut nyawa seorang pelajar diwilayahnya.

Selain itu, polisi juga sedang memastikan, ada tindakan melanggar hukum didalamnya. Ketiga korban yang selamat, baru akan diperiksa setelah kondisi sudah membaik.

"Kami sedang melakukan pendalaman, kalau memang ada unsur pidana didalamnya" jelas Kapolsek Sluke.

Hingga saat ini, ketiga korban selamat dari miras yang merenggut nyawa siswa SMP itu, baru akan dipulangkan besok hari Rabu 25 Oktober 2017, jika kondisi sudah memungkinkan.  

Setelah sampai di RSUD dan sempat menjalani perawatan S bocah pelajar 14 tahun itu dinyatakan meninggal dunia pada pukul 16.00 WIB, usai pesta miras bersama ketiga temannya yang bernama Suhadi (34), serta Ahmad Zaenuri (24), dan M Adi Arifin yang saat ini dirawat di Puskesmas setempat. ( ASMUI )
Reaksi: 

Berita Terkait

Utama 8593632995423633987

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::