Mulai Turun Hujan, Petambak Hentikan Produksi Garam

-- --
Petani garam  
REMBANG - cbfmrembang.com, Para petani garam di Kabupaten Rembang, mulai menghentikan aktifitasnya untuk memproduksi garam, setelah turun hujan deras yang disertai angin pada Senin petang (16/10/2017) kemarin.

Hal itu disebabkan karena sebagian besar lahan tambak garapan para petani, sempat kebanjiran, saat turun hujan hari Senin kemarin yang hampir merata di seluruh wilayah Kabupaten Rembang.

Menurut keterangan salah seorang petani garam di Kecamatan Kaliori Pupon, harga garam di tingkat petani terpantau naik Rp 500 per kilogram. Sehingga, harga garam dari level petani menjadi Rp 2.300 per kilogram.

"Harganya memang agak naik, kalau untuk produksi memang selesai karena tambak kemarin sempat kebanjiran pas hujan sore itu" kata Pupon.

Pupon menambahkan, tingkat hujan yang cukup deras, dan cuaca yang tak menentu, membuat banyak petani kehilangan garam siap panen. Hal itu yang membuat para petani mulai menghentikan produksinya.

"Karena hujan sudah lebat, jadi petani sudah mulai malas untuk garap tambak, melihat cuaca juga tidak bisa diprediksi" tambahnya.

Sejak turunnya hujan belakangan ini, tercatat harga garam perlahan naik, menjadi Rp 1500 per kilogram, kemudian naik lagi menjadi Rp 1800 perkilogram, dan yang terakhir kembalik naik menjadi Rp 3000 perkilogram seperti saat ini. (  ASMUI )
Reaksi: 

Berita Terkait

Terbaru 2476991318067017811

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::