Ojek Online Belum Lapor, Masyarakat Diminta Waspada

-- --
Jasa ojek online di Rembang
REMBANG - cbfmrembang.com, Pihak Dinas Perhubangan Kabupaten Rembang menyatakan belum mendapatkan laporan soal keberadaan perusahaan penyedia jasa ojek online yang sudah mulai merambah di wilayahnya.

Hal tersebut menjadikan, para awak pada angkutan yang berbasis aplikasi tersebut, rentan disalah gunakan untuk tindak kejahatan, karena belum mendapatkan pengawasan dari petugas terkait. 

Kepala Dinas Perhubungan setempat Suyono menjelaskan, sebagaimana undang-undang nomor 02 Tahun 2009 tentang lalu lintas angkutan jalan, yang mewajibkan untuk memberi laporan kepada dinas terkait untuk dilakukan pendataan, dan pengawasan.

"Untuk keamanan masyarakat, jangan-jangan masyarakat menggunakan ojek online kendaraannya rusak. Atau kalau ada kejahatan di jalan kan jelas siapa pelakunya kalau dalam pengawasan" jelas Suyono.

Lebih lanjut Suyono membeberkan, meski dinilai memudahkan para pengguna jasa ojek online, namun para drivernya harus tetap dalam pengawasan, demi keamanan dan kenyamanan penggunanya.

"Memudahkan para konsumen masyarakat untuk mendapat layanan. Jadi tak ada masalah, jadi yang punya aplikasi harus melapor ke Perhubungan dan Kominfo" kata Suyono.

Meski keberadaan ojek online tidak menyalahi aturan, sampai hari ini belum ada reaksi penolakan dari para tukang ojek dan sopir angkutan konvensional yang ada di Kabupaten Rembang. ( ASMUI  )

Reaksi: 

Berita Terkait

Utama 6558913934635432251

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::