Bupati Bantah Kelulusan Seleksi Perangkat Ditentukan Lobi Dengan Uang

-- --
Bupati Rembang H Abdul Hafidz  saat memberikan pers kepada awak media soal isu kelolosan seleksi perangkat desa ditentukan lobi dan uang Selasa pagi (28 November 2017) 
REMBANG - cbfmrembang.com, Bupati Rembang H Abdul Hafidz dengan tegas membantah isu kelolosan dalam seleksi perangkat ditentukan lobi dan membayar dengan sejumlah uang. Hal tersebut disampaikannya saat gelaran jumpa pers di kantor Bupati setempat Selasa pagi (28/11/2017).

Menurut Bupati, pernyataan dihadapan media merupakan langkah menepis rumor yang beredar, jika ada pihak yang mengaku punya jaringan di dua perguruan tinggi yaitu UNDIP dan UNNES, yang bisa meloloskan seseorang dalam seleksi perangkat desa yang digelar secara serentak pada 1-3 Desember 2017. 

Ia menambahkan, keputusan pemerintah yang menyarankan seleksi perangkat desa agar menggunakan jasa pihak ketiga yang profesional, merupakan saran dan masukan yang diberikan oleh tokoh masyarakat, dan beberapa pihak.

"Yang pertama perlu kami sampaikan bahwa, dari berbagai masukan, keinginan bahwa seleksi ini memang ada keinginan supaya perangkat desa ini menjadi perangkat yang profesional. Maka pemerintah Kabupaten atas dasar masukan dari desa dari tokoh masyarakat, dari pemerhati desa ini supaya seleksi dilakukan oleh pihak ketiga" kata Bupati Rembang pewarta.

Sementara itu, Ketua tim seleksi dari Universitas Diponegoro Dr Mahfud dan Prof Waseno mewakili Universitas Negeri Semarang, mengaku memberikan jaminan pelaksanaan seleksi perangkat akan berjalan secara profesional.

Keduanya menyatakan seluruh proses seleksi akan dilakukan sesuai dengan standar dan regulasi yang ada. Seluruh hasil seleksi, akan diserahkan kepada panitia desa, dengan tembusan Kecamatan dan Bagian Tata Pemerintahan Setda Rembang.

"Kalau soal kerahasiaan kami jamin sesuai standar. Hasilnya nanti akan langsung kita sampaikan kepada panitia desa dengan tembusan Kecamatan dan Tapem. Yang berwenang mengumumkan hanya panitia desa" kata perwakilan kedua Perguruan tinggi yang sudah terbiasa menjadi tim seleksi.

Tahapan seleksi akan dilakukan secara cepat selama satu hari, sejak pagi hingga sore. Dan hasilnya dapat diumumkan keesokan harinya oleh panitia ditingkat desa.

Tes seleksi terdiri dari tiga tahapan. Yaitu tes tertulis yang terdiri dari 60 soal dengan nilai 60 poin, tes IT atau komputer dengan nilai 30 poin, dan tes wawancara dengan nilai 10 poin.

Tahun ini ada 231 desa membuka seleksi pengisian kekosongan perangkat. 172 desa memilih mengadakan seleksi dengan menggandeng pihak ketiga yang ditunjuk pemerintah setempat. 

Sedangkan 59 lainnya memilih mandiri, atau menunjuk pihak ketiga diluar dua perguruan tinggi yang dipilih pemkab.  

Ada 3343 peserta seleksi yang memperebutkan 562 jabatan perangkat desa yang saat ini masih kosong. 

Universitas Negeri Semarang akan menyeleksi 1487 peserta dari 90 desa yang tersebar di 6 Kecamatan, yang meliputi Kecamatan Sumber, Pancur, Sluke, Sedan, Lasem dan Pamotan.

Sedangkan Universitas Diponegoro mendapatkan jatah untuk menyeleksi 1428 orang dari 88 desa, yang terdiri dari 7 Kecamatan yang meliputi, Kaliori, Sulang, Kragan, Sale, Rembang, Gunem dan Sarang.

Kedua perguruan tinggi itu, akan menyelesaikan proses seleksi selama 3 hari, yang dimulai pada tanggal 1 sampai 3 Desember 2017. ( ASMUI )
Reaksi: 

Berita Terkait

Utama 4990417103432187024

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::