ODHA Jangan Dikucilkan

-- --
Salah satu perusahaan di Rembang peduli ODHA salurkan CSR
REMBANG-cbfmrembang.com, Aids penyakit yang mematikan sampai kini belum ditemukan obatnya. Sudah selayaknya bila penderitanya tidak dikucilkan dalam kehidupan sehari-hari. Terlebih lagi dalam catatan dinas kesehatan kabupaten Rembang, prosentase terbesar penderita adalah ibu rumah tangga yang pastinya tertular dari suaminya dan rentan menularkan ke bayi bila perempuan tersebut mengandung, Hal tersebut dikatakan  Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang Ali Syofi'i.

Ali menyampaika,n menjelang peringatan Hari AIDS sedunia tiap tanggal 1 Desember, Pihaknya  mengimbau warga agar tak bersikap diskriminatif terhadap penderita yang lebih dikenal dengan istilah orang dengan hiv aids (ODHA) karena bersalaman, berbincang dan interaksi sosial lain karena tak akan menularkan. 

Menurutnya, penyebab seseorang mengidap hiv dan aids sudah jelas yaitu melakukan hubungan seks beresiko, melalui penggunaan jarum suntik, tranfusi darah dan anak yang dikandung ibu penderita aids. 

Ali Syofi'i tambahkan, sejak kasus hiv-aids didata mulai tahun 2004 hingga sekarang diketahui selalu ada temuan baru dimana penderita diketahui mengidap setelah mengalami sakit dan ketika diperiksa ternyata kedapatan sudah tertular. 

Untuk penanggulangannya pihaknya minta masyarakat secara kesadaran sendiri rutin melakukan pemerksaan rapid test di klinik-klinik VCT di rumah sakit dan puskesmas supaya jika terdeteksi mengidap segera ditangani sekaligus tak menularkan pada orang lain.

Data Dinas Kesehatan Rembang jumlah warga penderita penyakit menular dan mematikan itu mulai 2004 sampai dengan Nopember tahun 2017 sebanyak 436 orang. Dengan rincian 155 kasus hiv dan 281 kasus aids. ( heru budi s )
Reaksi: 

Berita Terkait

kesehatan 3348074066769406756

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::