Petugas Dintanpan Temukan Pupuk Diduga Palsu

-- --
Pupuk yang diduga curian didepan kantor Reskrim Polres Rembang yang diamankan beberapa 
REMBANG - cbfmrembang.com, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Rembang mewaspadai peredaran pupuk palsu diwilayahnya. Hal itu, menindak lanjuti hasil temuan seperti yang terjadi di wilayah Kabupaten Demak belum lama ini.

Temuan pupuk palsu juga pernah di wilayah Kabupaten Rembang pada tahun 2016. Dengan maraknya peredaran pupuk tiruan tersebut petani di Kabupaten Rembang dihimbau untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan pupuk.

Kepala Seksi Pupuk Pestisida dan Alat Mesin Pertanian pada Dinas Pertanian setempat Ika Himawan Affandi saat dihubungi wartawan mengaku masih sulit membedakan antara pupuk asli dan palsu, tanpa dilakukan uji laboratorium.

Namun, petani dihimbau untuk memilih pupuk yang beredar dengan label SNI. Karena, pupuk yang telah ber-SNI memiliki jaminan mutu dan sudah melalui pengawasan pemerintah.

“Membedakan pupuk palsu dengan pupuk asli secara kasat mata sulit mas Akan ketahuan kalau dilakukan uji laboratorium”terangnya kepada wartawan saat dihubungi pada Rabu malam 22 November 2017.

Lebih lanjut Ika membeberkan, jika pupuk bersubsidi yang beredar di wilayah Kabupaten Rembang berasal dari dua produsen, yaitu Pusri dan Petrokimia.

Selain itu, pendistribusian pupuk pun mesti sesuai dengan prinsip enam tepat, yaitu tepat waktu, tepat jumlah, tepat tempat, tepat jenis, tepat harga, dan tepat mutu “Di Rembang, Pusri mensuplai urea, sedangkan Petrokimia memasok Phonska, SP-36, ZA, dan Petroganik,” terangnya .

Berdasarkan informasi yang dihimpun cbfmrembang.com, temuan pupuk palsu yang beredar luas di Kab Rembang itu pertama diketahui oleh salah satu petugas lapangan Dintanpan Rembang menjelang akhir tahun 2016 bahwa di salah satu toko UD di salah satu Desa di wilayah Kecamatan kota.

LZ milik MYH (39) warga Kasreman Kec Kota Rembang diduga menjadi penjualan pupuk palsu. Setelah dilakukan pengecakan oleh petugas dinas terkait, di dalam toko ditemukan pupuk jenis eSPlus 36 yang menyerupai pupuk jenis sp36 subsidi.

Barang yang diduga palsu itu akhirnya oleh Ika Himawan Affandi melaporkan temuan tersebut Polres Rembang. Hingga saat ini kasus tersebut belum dituntaskan. ( ASMUI )
Reaksi: 

Berita Terkait

Terbaru 4854258467137117707

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::