Tersangka Pemalsuan Pupuk Bersubsidi, Dilimpahkan Kejaksaan

-- --
Saat satuan reskrim Polres Rembang menyerahkan janda anak satu yang diduga mendujual pupuk palsu. yang dilaporkan oleh salah satu pegawai Dinas Pertanian Ikha Himawan Affandi
REMBANG - cbfmrembang.com, SM (39) warga Desa Kasreman kecamatan kota, yang terjerat kasus penjualan pupuk palsu, akhirnya Selasa pagi (28/11/2017) dilimpahkan ke kejaksaan negeri setempat.

Janda anak satu itu resmi menyandang status tersangkan pada September 2017, setelah dilaporkan oleh Kepala Seksi Pestisida dan Alat Mesin Pertanian pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dintanpan) Rembang Ikha Himawan Affandi pada Desember 2016, dengan dugaan menjual pupuk palsu dengan merk eSPlus-36 yang menyerupai pupuk bersubsidi Pemerintah jenis SP-36.

Menurut keterangan Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Rembang AKP Ibnu Suka melalui Kepala Unit II Sukarno, sejak dilakukan pemeriksaan hingga penetapan tersangka, SM belum pernah ditahan, dengan pertimbangan seorang janda yang harus masih mengurus anak semata wayangnya. 

Baru hari Selasa 28 November 2017, ia dipanggil dan langsung ditahan dan limpahkan ke kejaksaan bersama barang bukti. Yang diantaranya, 14 sak pupuk yang diduga tiruan, dan beberapa dokumen penjualan, serta surat ijin berupa SIUP HO atas nama tersangka yang dikeluarkan Dinas Perijinan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Kabupaten Rembang.

"Kami menetapkan status tersangka pada September 2017. Kita tidak lakukan penahanan karena pertimbangan dia janda anak satu yang harus mengasuh anaknya. Kita kan repot juga kalau seperti ini" jelas Kepala Unit II Polres Rembang. 

Sukarno menambahkan, atas perbuatan melanggar hukum, tersangka dijerat dengan Pasal 62 ayat (1) Juncto Pasal 8 ayat (1) huruf e undang - undang republik indonesia nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dengan ancaman pidana 5 tahun penjara atau denda paling banyak Rp 2 milyar.

Jenis pupuk eSPlus 36 yang diduga palsu itu, mempunyai ciri sebagai berikut. Pada karung bagian atas tertulis pupuk pertanian. Serta didalam kemasan tidak tertulis unsur hara. Dan produsen tidak tertulis dengan jelas.

Isi pupuk apabila dipegang akan menempel di tangan. Pupuk berwarna abu abu dan apabila dipecahkan pada bagian dalam berwarna putih. Jika dicium tidak menimbulkan bau pupuk.
Harga pupuk tersebut dijual Rp 105 ribu, sama dengan pupuk SP 36 bersubsidi dari pemerintah. Sampai berita ini diturunkan, Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Rembang Salahuddin belum dapat dikonfirmasi wartawan. ( ASMUI )

Reaksi: 

Berita Terkait

Terbaru 8237502276183894867

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::