Undip Terapkan Aplikasi TTG Rumpon Laut Dangkal

-- --
Tim Selam Red Fish sedang menyelam sambil memasang rumpon laut di Pulau Siwalan
REMBANG-cbfmrembang.com, Untuk melestarikan sumber daya ikan, utamanya di Pulau Siwalan, Desa Pasar Banggi, Kecamatan Rembang, Tim Pengabdian dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Diponegoro (Undip) melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat melalui aplikasi teknologi tepat guna (TTG) Rumpon Laut Dangkal. 

Proses pemasangan rumpon laut dangkal dilakukan oleh Tim Selam Red Fish (Research Diving Fisheries Schooling) yang merupakan unit selam riset mahasiswa FPIK Undip bekerjasama dengan nelayan setempat.

Dosen Departemen Perikanan Tangkap FPIK UNDIP - Kukuh Eko Prihantoko mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu alternatif solusi yang dapat diaplikasikan nelayan untuk melestarikan sumberdaya ikan dan terumbu karang.

“,Selain dampak ekologis, ada dampak ekonomi juga jika dilakukan pengelolaan dengan baik dan tepat. Masyarakat pesisir bisa memanfaatkan kawasan gugusan karang untuk pariwisata bahari melalui aktivitas snorkeling, diving, sport fishing dan lain sebagainya. Ikan lestari, terumbu karang terjaga, dan masyarakat pesisir mendapatkan hasil ekonomi”, Ujarnya

Ketua tim pengabdian - Herry Boesono menjelaskan Rumpon laut dangkal yang diaplikasikan merupakan kombinasi dari rumpon dan terumbu karang buatan. Diharapkan titik area yang dipasangi rumpon laut dangkal ini akan menjadi fish shelter dan seiring waktu akan ditumbuhi terumbu karang.

Herry Boesono mengungkapkan penyelaman dilakukan untuk proses penataan struktur fish shelter di dasar perairan. Setelah struktur tersusun maka dilanjutkan dengan pemasangan rumpon berbahan daun kelapa diatas struktur yang telah disusun. Pada bagian permukaan perairan, rumpon dilengkapi dengan bambu yang berfungsi sebagai pengapung dan sekaligus sebagai penanda lokasi pemasangan. 

Di bagian bawah, rumpon akan terikat dengan struktur yang telah disusun agar tidak hanyut terbawa arus. Lokasi penyelaman dan pemasangan rumpon berada di sisi timur dan barat dari gugusan karang Pulau Suwalan.  Struktur fish shelter dan rumpon yang diaplikasikan terdiri dari 20 blok rangka persegi berbahan cor semen yang dilengkapi dengan atraktor daun kelapa.

“,kegiatan ini terlaksana dengan dukungan dari Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi sesuai dengan surat pelaksanaan program pengabdian masyarakat Nomor. 007/SP2H/PPM/DRPM/V/2017. “, Terang Herry Boesono

Melalui kegiatan transfer teknologi seperti ini, Herry Boesono mengharapkan akan dapat meningkatkan wawasan masyarakat pesisir tentang pengelolaan potensi sumberdaya alam pesisir yang lestari dan bernilai ekonomi.( Masudi )
Reaksi: 

Berita Terkait

Utama 1223717396929143851

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::