Gagal Jadi Perangkat, Puluhan Warga Desa Meteseh Sampaikan Aspirasi

-- --
Spanduk yang dipasang oleh puluhan warga setempat yang kecewa denga hasil seleksi perangkat di depan Balai Desa Meteseh Kecamatan Kaliori pada Minggu pagi 17 Desember 2017
KALIORI - cbfmrembang.com, 29 warga yang tidak lolos menjadi perangkat di Desa Meteseh Kecamatamn Kaliori, menyatakan sikap menolak hasil seleksi pengisian perangkat didesa setempat, karena diduga ada unsur KKN.

Pernyatakan sikap tersebut dilontarkan melalui spanduk yang dipasang dipagar depan balai Desa Meteseh. Yang isinya "Peserta Calon Perangkat Desa Meteseh Menolak Hasil Tes Seleksi" yang dilaksanakan pada tanggal 02 Desember 2017 di kampus UNDIP Semarang.

Banner penolakan tersebut sudah mulai terpampang sejak Minggu pagi (17/12/2017) sekitar pukul 07.00 WIB.

Suko Siswanto, perwakilan dari peserta yang menolak hasil seleksi menjelaskan, tujuan penolakan hasil seleksi, sebagai buntut kekecewaan masyarakat terhadap proses rekrutmen pengisian perangkat sehingga menimbulkan gejolak.

"Tujuannya gini, dimasyarakatkan timbul gejolak, dari pada nanti yang empat itu tetap diangkat ya kasian juga. Karena kepercayaan masyarakat gak ada" kata Suko Siswanto.

Menurut Suko Siswanto, proses seleksi yang dilakukan di Desa Meteseh diduga tidak sesuai dengan Perbub No 16 Tahun 2017 tentang Perangkat. Dimana didalamnya tertera pada pasal 13 ayat 4 tertulis dalam proses penilaian dalam seleksi perangkat, dilakukan oleh panitia pengangkatan secara transparan dengan disaksikan oleh calon (peserta). Namun di Desa Meteseh kata Suko Siswanto diduga tidak melakukan hal tersebut.

"Itukan sebagai penolakan hasil tes yang tidak sesuai dengan Perbub tahun 2017, pasal 13 No 4 isinya kan untuk proses penilaian dan disaksikan oleh panitia dan peserta. Tapi kemarin itu kan tidak ada yang diikutsertakan dari ketiga yang tersebut tadi" kata Suko.

Ini adalah pasal No 13 ayat 4 yang dipermasalahkan oleh puluhan peserta seleksi perangkat yang gagal dan menolak hasil seleksi
Kepada Desa Meteseh Sunarto saat dikonfirmasi oleh cbfmrembang.com membantah anggapan tersebut. Ia menyatakan semua proses seleksi sudah dilakukan sesuai dengan aturan yang ada. Saat disinggung soal spanduk penolakan, ia mengaku belum melihat sendiri, karena hari Minggu libur.

"Ya mas saya belum melihat sendiri, karena saya ini perjalanan dari Kudus. Ya sudah sesuai dengan aturan kok semuanya" Bantah Sunarto

Di Desa Meteseh ada 4 kursi jabatan perangkat desa yang diperebutkan oleh 43 peserta yang mendaftarkan diri untuk mengikuti seleksi pengisian perangkat.

Namun, 2 peserta dinyatakan mengundurkan diri sebelum proses seleksi berlangsung. Sedangkan 41 peserta lain mengiktui proses seleksi, hingga ditentukan 4 orang terpilih sebagai perangkat dan tinggal menunggu pelantikan yang kabarnya akan dilakukan pada tanggal 22 Desember 2017. ( ASMUI )
Reaksi: 

Berita Terkait

Terbaru 6573407835578523690

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::