Kembangkan Obyek Wisata Embung Banyukuwung, Terkendala Akses Jalan

-- --
Foto embung Banyukuwung
SUMBER-cbfmrembang.com, Usulan pengembangan destinasi wisata di Sumber mencuat di dalam kegiatan Dinamika Pembangunan di Kecamatan Sumber, Kamis kemarin(21/12/2017). 

Dalam moment silaturahmi Bupati Rembang -H Abdul Hafidz dan Wakil Bupati Rembang - Bayu Andriyanto dengan masyarakat di kecamatan Sumber itu, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) desa Sukorejo - Sarijadi ingin di Sumber dikembangkan obyek wisata seperti di Tempuran Kabupaten Blora.

Menurutnya di Kecamatan Sumber memiliki dua embung besar yakni embung Grawan dan embung Banyukuwung. Khususnya embung Banyukuwung yang berada di perbatasan desa Sudo, Kecamatan Sulang dan desa Sukorejo, kecamatan Sumber. Untuk mendukung terwujudnya impian wisata tersebut perlu ditunjang akses jalan.

Saat ini akses jalan dari Sukorejo ke Sudo, warga harus memutar lewat desa Seren, seharusnya cukup 0,5 kilometer jarak tempuhnya menjadi 8 kilometer. Untuk itu pihaknya meminta ada pembuatan jalan tembus Sudo-Sukorejo.

Pihaknya juga menyebutkan bahwa Balai Besar bisa membuat akses jalan namun dengan persyaratan harus ada tanahnya yang akan dibuat akses jalan. Untuk itu usulan tersebut juga sudah dimusyawarahkan dengan warga agar merelakan tanahnya untuk dijadikan akses jalan. Sehingga nantinya bisa menunjang perekonomian warga termasuk menunjang akses wisata. Sehingga jalur lingkar Seren-Sudo-Sukorejo bisa terealisasi.

Menanggapi usulan tersebut Bupati meminta masalah jalan bisa diselesaikan terlebih dahulu atau dihibahkan. Harus ada hitam diatas putih untuk diberikan kepada Pemkab Rembang, agar segera bisa ditindaklanjuti oleh Pemkab.

Bupati mencontohkan di Karangjahe merupakan asset desa, Pemkab mau membangun tidak bisa karena melanggar Peraturan Menteri Desa. Maka Pemkab meminta Kades Punjulharjo jika ingin jalannya dibangun supaya jalan tersebut diberikan ke Pemkab. Setelah dihibahkan akhirnya dibangun dengan anggaran 3 milyar rupiah. 

Bupati juga menjelaskan bahwa Pemkab tidak meminta asset desa supaya berkurang, tapi hal tersebut merupakan cara atau kerangkanya meningkatkan kehidupan ekonomi di desa itu sendiri.

Pasalnya pengembangan obyek wisata harus didukung sarana prasarananya yang memadai, pemkab tidak meminta sharing pendapatan terkait pembangunan infrastruktur jalan penunjang pariwisata.

Setelah proses hibah penyerahan kewenangan jalan desa ke pemkab melalui hitam diatas putih selesai, Pemkab secepatnya merencanakan untuk penataan jalan tersebut. ( Masudi )

Reaksi: 

Berita Terkait

Terbaru 3594869660380220691

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::