Rastra Dikurangi Tapi Digratiskan

-- --
Pemkab Rembang gelar rakor rastra undang pengurus paguyuban kades kabupaten dan kecamatan
REMBANG-cbfmrembang-cm, Penyaluran beras sejahtera (rastra) yang kini ditangani Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (Dinsos PPKB) Kabupaten Rembang, mengacu pada data lama. Hal itu membuat para Kepala Desa enggan membagikan di wilayahnya karena data yang digunakan tak relevan kondisi riil saat ini.

Seperti yang disampaikan Kades Sumberjo Yopi, data by name by adress warga penerima perlu diperbaharui terlebih dahulu karena sudah tak sesuai lagi. Terlebih kini dikemas 10 kilogram yang diserahkan ke satu penerima, akan membuat pemdes kelabakan sebab realisasinya sering dibagi rata ke warga kurang mampu. 

"Dalam data itu sudah ada warga penerima telah meninggal, pindah dan kondisi kehidupannya membaik sehingga tak layak menerima rastra. Kita paguyuban Kades se-Kecamatan Rembang menunda pembagian sebelum ada sosialisasi," ucapnya.

Bahkan ada rastra yang kualitasnya tak layak konsumsi sambung Yopi, hal seperti ini tentu meresahkan pemdes karena yang berhadapan langsung dengan warga penerima. Mestinya dicek semua bukan sampel sehingga ada kepastian terkait rastra layak dimakan.

"Dari komunikasi antar Kades di grup WA dipasang rastra jelek alokasi Desa Tengger Kecamatan Sale. Langsung dilaporkan dan telah diganti agar tak menjadi masalah," ujarnya.

Sementara itu  Asisten 2 Sekda Rembang Abdullah Zawawi mengatakan hari ini (Senin 29/1) diadakan rakor antara stakeholder rastra dengan pengurus paguyuban kades guru pandawa dan ketua paguyuban kades tingkat kecamatan. Materi membahas rastra dan bantuan pemerintah non tunai.

"Untuk rastra lanjut Abdullah Zawawi kini dibagikan hanya 10 kilogram dan digratiskan," paparnya.
Abdullah Zawawi uraikan untuk data penerima rastra memang dari pusat ditentukan pakai data tahun kemarin. Adapun jika dinilai sudah tak relevan, diserahkan ke kades atau lurah untuk mengambil sikap.

"Bila ada yang sudah pindah atau meninggal disilahkan kades dan lurah mengusulkan pergantian saat proses verifikasi validasi data hingga Juni nanti," ungkapnya.

Ditambahkan, rastra yang diterima ternyata kualitasnya jelek agar tak dibagikan. Diinstruksikan supaya dilaporkan ke kecamatan agar diganti oleh pihak Dolog Rembang.

"Rastra tak layak konsumsi harus diganti, lapor agar ditukar yang kualitasnya baik," imbuhnya.

Data Dinsos PPKB setempat penerima rastra 2018 identik tahun lalu, sebanyak 76.845 jiwa dan beras yang didistribusikan sejumlah 768.450 kilogram. 

Dari Gudang Dolog 206 Rembang diperoleh keterangan kondisi stok beras cukup hingga penyaluran rastra kurun 4 bulan mendatang. Tersimpan sebanyak 3.040 ton. (heru)
Reaksi: 

Berita Terkait

Terbaru 3148071000012848971

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::