Pelaku Utama Penggelapan Pupuk Bersubsidi Tertangkap

-- --
Ilustrasi foto cbfmrembang.com
REMBANG - cbfmrembang.com, Polres Rembang berhasil menangkap terduga pelaku utama penggelapan pupuk bersubsidi milik PT Petrokimia Gresik. Tujuh bulan menjadi buron polisi, M Cholili warga RT 01 RW 02 Desa Sumberejo Kecamatan Pamotan itu akhirnya ditangkap saat berada di Bali.

Sebelumnya empat orang pelaku yang terlibat dalam kasus ini juga sudah diproses hukum pada Agustus 2017. Masing- masing Syihabudin warga Desa Menoro Kecamatan Sedan yang berperan sebagai penadah, dengan barang bukti 151 sak pupuk.

Kamid warga Kedungringin Kecamatan Pamotan dan Kumari warga Desa Kumbo Sedan berperan sebagai perantara. Sedangkan Sukirno warga Pancur terlibat membantu pengiriman pupuk ke rumah Syihabudin.

Kaur Bin Ops Satreskrim Polres Rembang, Iptu Edi Sismanto menjelaskan, Cholili merupakan sopir truk tronton ekpedisi Jaya Utama Putra Transindo yang memuat 52 Ton atau 1040 sak Pupuk bersubsidi jenis SP-36 dari gudang PT Petrokimia Gresik menuju gudang PT Petrokimia di Karawang, Jawa Barat.

KLIK UNTUK BACA:
Sindikat Penggelapan Pupuk Bersubsidi Terbongkar

Saat diperjalanan Cholili menjual pupuk bersubsidi menjadi dua tahap. 151 sak pupuk dijual di wilayah Kabupaten Rembang melalui dua perantara. Sedangkan sekitar 800 sak, dijual di wilayah Kabupaten Batang hingga memperoleh uang Rp 18 juta. – insert Iptu Edi 1

"Itu ditangkap di pulau Bali. Dia menjadi tersangka utama karena berprofesi sebagai sopir tronton" kata Edi.

Edi menambahkan, sampai hari ini polisi masih memburu satu pelaku lagi. Satu buronan itu disinyalir terlibat dalam penggelapan pupuk di Kabupaten Batang.

"Ada satu pelaku lain yang masih diburu, karena dia terlibat untuk membuat rekayasa kecelakaan di Gringsing jadi tetap kita buru" jelasnya.

Uang hasil penggelapan pupuk bersubsidi tersebut digunakan pelaku untuk memberikan upah kepada beberapa orang yang menjadi perantara. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, Cholili dijerat dengan pasal 374 dengan ancaman lima tahun penjara.

Hingga saat ini Cholili masih mendekam di tahanan Polres Rembang, sedangkan empat pelaku lain yang terlebih dahulu tertangkap sudah menjalani proses hukum. ( ASMUI )
Reaksi: 

Berita Terkait

Utama 2085494505205954361

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::