Kasus Yang Ditangani Polres Rembang sebagian Belum Tuntas

-- --
Foto: Istimewa

REMBANG – cbfmrembang.com, Selama tahun 2017 Polres Rembang menangani banyak kasus, namun sampai saat ini sebagian masih belum tuntas. Sebagian kasus bahkan belum sampai masuk ke tahap penyidikan, dan sebagian lainnya masih menyisakan buron tersangka.

Berdasarkan keterangan AKP Ibnu Suka saat masih menjabat Kasat Reskrim Polres Rembang yang dihimpun repoter Radio CBFM,Sabtu (7/4/2018) selama 2017 ada enam kasus yang ditangani Satreskrim Polres Rembang, namun masih belum tuntas. 

Kasus paling baru adalah pencurian kayu sonokeling milik Perhutani KPH Mantingan 20 Desember 2017 silam. 15 pelaku pencuri kayu berhasil melarikan diri dari hadangan petugas di wilayah Kecamatan Sulang. 

Aparatpun gagal melakukan penangkapan. Meski sudah mengamankan barang bukti vital, berupa truck dengan nomor polisi AE 8102 FD yang digunakan para tersangka untuk mengangkut belasan batang kayusonokeling.

Selain itu, kasus pencurian kayu milik perhutani KPH Kebonharjo pada bulan April 2017 juga masih menyisakan lima orang tersangka yang belum tertangkap.

Kasat Reskrim Polres Rembang AKP Kurniawan Daeli yang resmi bertugas pada Januari 2018, saat dikonfirmasi mengaku, sedang mengembangkan penyidikan kasus-kasus yang belum tuntas. 

“Untuk pencurian kayu masih dalam penyelidikan. Sementara truk berasal dari Madiun. Ini sedang kita kembangkan," kata Kasatreskrim Polres Rembang. 

Polres Rembang juga masih memiliki PR menangkap buron penganiayaan pengusaha rosok asal Sedan. Buron tersebut berinisial (SR) alias Solomon warga Pandangan Kulon Kecamatan Kragan. Sedangkan satu tersangka yang sudah berhasil diamankan bernama Nurul Huda warga Sumur Tawang Kragan.

“Pengeroyokan bos rosok ditangani Mapolsek Kragan. Satu tersangka sudah diproses dan yang belum tertangkap ditetapkan DPO," ujarnya.

PR polisi lainnya yaitu penangkapan sebagian tersangka pengeroyok dan penganiaya bos Kafe Karaoke Segoro di Desa Kebloran Kecamatan Kragan. Polisi belum berhasil menangkap pelaku secara keseluruhan, karena mereka melarikan diri ke luar pulau.

Pelaku lain pada kasus perampokan juragan emas Desa Maguan Kaliori yang terjadi sejak Mei 2016 silam juga belum semua tertangkap. Polisi masih belum berhasil menangkap salah seorang eksekutor perampokan bernama Tono (36) warga Blora. 

Selain itu, penadah utama emas hasil rampokan juga belum jelas identitasnya. Sedangkan tersangka lain sebagian sudah menjalani sidang dan satu orang pelaku masih mendekam di tahanan Polres Tuban atas kasus yang berbeda.

“Satu tersangka perampokan emas Maguan yang DPO atas nama Gunaji alias Walur, meninggal dunia karena kecelaaan di Batangan. Sudah ada surat kematian dari desa tempatnya tinggal Desa Lundo Jaken Pati. Tahun 2018 kami optimalkan pengejaran DPO,” katanya.

Selain kasus-kasus tersebut, polisi juga belum berhasil menelusuri pemasok pupuk palsu yang diedarkan oleh SM (39 tahun) warga Desa Kasreman Kecamatan Kota. Saat ini SM sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri setempat, untuk proses persidangan.

Sampai saat ini polisi juga masih berusaha melakukan pengembangan atas kasus pesta sabu di dalam room Kafe Dimensi. Meskipun disebut pesta sabu, polisi baru menangkap Diana Mayangsari (22), warga Wedarijaksa Kabupaten Pati.

Di luar kasus yang belum tuntas, banyak kasus lain yang sudah berhasil dipecahkan oleh kepolisian Resor Rembang. Antara lain kasus korupsi yang melibatkan Kepala Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tasikagung, dengan tersangka Sukoco. (Asmui/Mifta)

Reaksi: 

Post a comment

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::