Pascasarjana UGM Ajak Warga Kadiwono Berdayakan Tanaman Kelor Yang Diklaim Dapat Cegah Covid-19

-- --
BULU – Pandemi covid-19 yang hingga saat ini masih berlangsung secara perlahan akan berdampak pada roda perekonomian masyarakat. Terutama bagi masyarakat yang mengandalkan hidupnya dari sektor informal, seperti mereka yang bekerja sebagai pekerja buruh.

Untuk itu Universitas Gadjah Mada (UGM) berkolaborasi Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) dan Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) melaksanakan program khusus untuk memberdayakan perekonomian masyarakat di wilayah Desa Kadiwono, Kecamatan Bulu mulai Senin 20 Juli sampai 30 Juli mendatang.

Tim Universitas Gadjah Mada (UGM) yang dipimpin Guru Besar Profesor Dr Armaidy Armawi, merekomendasikan sejumlah tanaman lokal untuk menangkal serangan covid-19, kepada masyarakat Rembang.

Tanaman lokal yang disebut oleh ahli ketahanan nasional tersebut adalah Kelor dan Sirih. Daun kedua tanaman tersebut diyakini memiliki kandungan antioksidan yang tinggi sehingga bisa meningkatkan daya tahan tubuh untuk menangkal paparan covid-19.

Menurut Guru Besar Program Studi Ketahanan Nasional Pascasarjana UGM tersebut, daun kelor bisa dikonsumsi dengan berbagai cara dan minim efeksamping. Bisa direbus dan diminum airnya, atau dimasak sebagai sayur dan langsung dikonsumsi daunnya.

Sedangkan daun sirih, kata dia, bisa dikunyah begitu saja setiap hari oleh masyarakat. Kedua tanaman tersebut sudah terbukti memiliki kandungan antioksidan yang tinggi berdasarkan penelitian sejumlah ilmuan.

Oleh karena itu, Ia merekomendasikan kepada masyarakat agar berani menanam tanaman tersebut di lingkungan masing-masing. Kampanye terhadap manfaat tanaman tersebut juga dibebankan kepada mahasiswa pascasarjana yang sedang melakukan program pengabdian di Rembang

“Alam Indonesia justru memberikan semuanya (vitamin). Selalu saya katakan, membangun ketahanan diri, masyarkaat itu jauh lebih penting dari sekedar hanya berperang melawan covid. Melawan yang tidak dilihat. Lebih baik membangun daya tahan tubuh yang bisa didapatkan dari lingkungan, begitu banyak,” kata dia.

Armawi mengungkapkan, selama 10 hari di Kadiwono mahasiswa pascasarjana Program Studi Ketahanan Nasional akan memberikan bekal tentang bagaimana menangkal covid-19 dengan memanfaatkan tanaman di sekitar lingkungan.

Camat Bulu menyampaikan terima kasih kepada Universitas Gajah Mada (UGM) yang sudah melakukan pengabdian di Desa Kadiwono. Menurutnya pemikiran para akademisi sangat diperlukan untuk memberikan masukan dan evaluasi pemerintahan desa yang ada di Kecamatan Bulu.

Ia menambahkan desa yang menerima pengabdian para mahasiswa desanya akan maju. Mengingat Kecamatan Bulu sedang mengembangkan tempat pariwisata.

Kecamatan Bulu merupakan kecamatan yang melimpah air, mulai Mlatitejo, hingga Kadiwono. Berbeda dengan kecamatan – kecamatan yang lain. “Semoga kerjasama yang ini terus terjalin,” pungkas Camat Bulu saat memberikan sambutan.

Sementara itu, Kades Kadiwono Mohamad Ridwan mengakui kedatangan tim dari UGM sangat membantu pemerintah desa dalam membentuk kemandirian pangan, kesehatan dan ekonomi. Harapannya, kemandirian tersebut bisa membantu penyelenggaraan pemerintah desa lebih baik. (Asmui/Mifta)

Reaksi: 

Berita Terkait

Terbaru 7236537745393182949

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::