Pemkab Rembang Ijinkan Pekerja Seni Kembali Pentas

-- --
Rembang - Dinas kebudayaan dan pariwisata (Dinbudpar) kabupaten Rembang resmi mengijinkan para pekerja seni untuk kembali pentas. Terhitung mulai hari Kamis 16 Juni 2020, mereka diperbolehkan untuk menggelar pentas seni.

Kepala Dinbudpar Rembang Dwi Purwanto, Kamis (16/7) mengatakan berdasarkan surat edaran Bupati Rembang, terhitung sejak Kamis 16 Juni 2020 bagi pelaku seni sudah bisa melaksanakan aktifitas kesenian. Namun harus mengacu pada protokol kesehatan dan, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh pelaku seni dan pengguna seni sebelum menggelar pentas seni.

Selain itu juga harus mengantongi rekomendasi dari Dinbudpar dan ijin dari pihak kepolisian. Diberlakukannya surat edaran tersebut masih akan ditinjau kembali, Jika angka penularan Covid-19 di Kabupaten Rembang mengalami peningkatan serta terjadi klaster penularan Covid-19 di sektor kepariwisataan khususnya pelaku seni dan budaya.

"Kamis 16 Juni 2020 bagi pelaku seni sudah bisa melaksanakan aktifitas kesenian. Namun harus mengacu pada protokol kesehatan. Berlakunya surat edaran ini masih akan ditinjau kembali. Yang pertama jika angka penularan Covid-19 di Kabupaten Rembang mengalami peningkatan. Kedua, terjadi klaster penularan Covid-19 disektor kepariwisataan khususnya pelaku seni dan budaya, "jelasnya.

Sementara itu, Plt Kabid Kebudayaan Dinpubpar Rembang Purwono secara teknis menjelaskan, pelaku seni yang ingin meminta rekomendasi dari Dinpubpar, mereka harus membawa surat rekomendasi dari gugus tugas di daerah asalnya terlebih dahulu. Selain itu juga membawa surat kesehatan semua pelaku yang akan melakukan pentas seni.

Sedangkan untuk pengguna jasa, lanjut dia, diwajibkan untuk membuat kepanitiaan yang bertanggungjawab terhadap pelaksanaan pentas seni. Karena dalam surat edaran juga diatur untuk jumlah penonton yang hadir dalam pentas seni hanya diperbolehkan maksimal 50 persen dari kapasitas di lokasi pentas.

"Disurat edaran ini dibatasi penonton hanya 50 persen dari kapasitas. Itu jadi tanggungjawab panitia penyelenggara, yang punya acara harus bikin kepanitiaan untuk mempertanggungjawabkan hal itu," bebernya.

Purwono menambahkan, jika di desa pengguna jasa ada salah satu warganya yang terpapar Covid-19, maka tidak akan diijinkan untuk mengadakan pentas kesenian. Begitu juga dari pihak pelaku seni yang mendapat permintaan pentas seni di desa yang terdapat kasus Covid-19 atau masuk kategori zona merah, mereka tidak diperbolehkan menerima permintaan tersebut. (Rendi/Mifta)
Reaksi: 

Berita Terkait

Terbaru 6917682462333469288

Post a comment

Live 102.1 Radio CBFM

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::