Kasus Meninggalnya Durrokhim, Kuasa Hukum Keluarga Korban Ungkap Hasil Autopsi

-- --
    Foto: Pengacara alm Durrohim , Nang     
              Engki Anom Suseno

KRAGAN – Pihak Kepolisian Polda Jatim bersama Polres Tuban sudah menuntaskan autopsi pembongkaran makam almarhum Durrokhim warga Dukuh Banyon, Desa Woro, Kecamatan Kragan.

Pria 23 tahun itu meninggal dunia tujuh bulan yang lalu. Tepatnya pada tanggal 13 Agustus 2020.

Berdasarkan keterangan rekan kerja Bapak satu anak itu, korban meninggal di tepi jalan area tambang di Desa Kebonagung, Kecamatan Rangel Tuban.

Keluarga korban Durrohim, hari Sabtu 13 Maret 2021 kemarin mendatangi Mapolres Tuban, Jawa Timur, untuk mencari tahu hasil autopsi, apakah korban meninggal dunia karena terlindas truk tambang sebagaimana informasi awal, atau mengarah pada tindak kekerasan. Namun keluarga Durrohim belum bisa bertemu dengan penyidik Reskrim yang menangani kasus tersebut.

Akhirnya mereka menemui Nang Engki Anom Suseno, pengacara di Tuban yang sejak awal menjadi penasehat hukum keluarga korban.

Nang Engki Anom Suseno mengaku sudah membaca hasil autopsi jenazah Durrohim. Ia enggan mengungkap secara detail, karena hal itu merupakan kewenangan polisi untuk mengumumkan. Hanya saja, dugaannya semakin kuat Durrohim meninggal dunia bukan karena kecelakaan terlindas truk.

“Saya tidak bisa mengungkapkan hasilnya seperti apa, karena itu kewenangan kepolisian. Namun setelah saya baca hasilnya, pada poinnya menguatkan keyakinan saya selaku penasehat hukum keluarga korban, bukan merupakan sebuah kecelakaan. Untuk lebih jelasnya, kita serahkan pada proses di kepolisian,“ ujarnya.

Anom Suseno menambahkan autopsi ditempuh untuk melengkapi alat bukti. Maka pihaknya akan menunggu langkah-langkah lebih lanjut dari Polres Tuban setelah hasil autopsi turun.

“Jenis tindak pidana seperti apa, kita tunggu hasil gelar perkara Polres Tuban, “ imbuhnya.

Ia berharap nantinya bisa membuka tabir kematian Durrokhim, sehingga keluarga korban mendapatkan keadilan. Apalagi kasus ini juga menjadi perhatian masyarakat.

Jika hasil autopsi dan gelar perkara mengarah pada dugaan pembunuhan, pihaknya berharap polisi menangkap tersangka pelaku dan menjeratnya dengan pasal tindak pidana pembunuhan.

“Harapan saya sama dengan harapan keluarga korban. Semoga nggak melenceng. Setahu saya sudah ada belasan saksi diperiksa, “ pungkasnya.

Sebelumnya, Durrohim itu diajak menjadi kernet dump truk oleh tetangganya, mengambil bahan tambang di kawasan Rangel, Tuban. Kemudian Durrokhim dikabarkan meninggal dunia terlindas truk, ketika berhenti istirahat di jalan turut tanah Desa Kebonagung, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban.

Sang sopir mengaku tidur di atas truk, sehingga tidak mengetahui kronologis kejadiannya. Apalagi Durrohim disebut terlindas truk tambang lain, bukan truk yang ditumpanginya.

Namun keluarga korban merasa curiga, lantaran saat jenazah dimandikan, terdapat luka di bagian telinga, rahang sebelah kiri dan lidah menjulur. Mereka menganggap kalau benar terlindas truk, kepala korban seharusnya sudah hancur. Kecurigaan keluarga semakin bertambah ketika pemulangan jenazah tidak melibatkan pihak keluarga dan kepolisian. (Asmui/Mifta)

Berita Terkait

Terbaru 1315589301240466703

Post a comment

Radio Online

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::