Miniatur Truk Disulap Warga Waru Jadi Bernilai Puluhan Juta

-- --

Truk-truk mainan di Desa Waru Kecamatan Rembang didandani layaknya truk sungguhan dalam acara pawai karnaval. Dilengkapi dengan sound sistem yang menggelegar, truk-truk tersebut didandani dengan biaya hingga puluhan juta.

Truk-truk dengan panjang hampir 1 meter itu dibuat semirip mungkin dengan truk aslinya. Mulai dari kepala truk, bak, hingga stiker ditempel mirip dengan yang biasa dipasang di truk sungguhan.

Di bagian interior truk juga ada kursi untuk supir, kemudi, hingga tuas untuk mengoper gigi. Cara menjalankan truk itu dengan cara ditarik menggunakan tongkat yang dikaitkan di bagian kepala truk.

Ketua komunitas miniatur truk Gede Atur Waru, Agus Riyanto kepada CBFM, Senin (15/3) mengatakan, awal mulanya miniatur truk tersebut hanya berupa truk berukuran kecil. Seiring berjalannya waktu, para pemilik miniatur truk berlomba-lomba untuk menciptakan miniatur truk yang berukuran besar dengan sound sistem yang besar-besar juga.

komunitas yang berdiri pada tahun 2019 itu memiliki 10 anggota. Semuanya merupakan warga Desa Waru. Ia berujar miniatur truk-truk itu di produksi di beberapa wilayah. Mulai dari Desa Waru sendiri, dari Kecamatan Sumber, hingga Kabupaten Pati.

“Awalnya itu kecil-kecil, pakainya spiker aktif. Sekarang pakai sound sistem besar-besar seperti ini. Truk-truknya ada yang dari Sumber ada yang dari sini sendiri, ada yang dari Pati,” kata dia.

Harganya pun cukup fantastis, dari bahannya saja atau truk yang belum diberi aksesoris tambahan harganya bisa menyentuh Rp. 2 juta per unit. Jika sudah dilengkapi dengan berbagai aksesoris seperti sound sistem dan lampu seperti truk miliknya, biaya yang dihabiskan bisa mencapai Rp. 10 juta.

Untuk sumber listriknya, Ia menggunakan aki tower 170 ampere untuk menghidupkan sound sistemnya. Jika pada malam hari, Ia menggunakan tambahan aki 100 ampere sebagai daya untuk menghidupkan lampu.

“Kalau yang ukuran besar masih mentahan belum jadi itu Rp. 2 juta. Kalau sudah dikasih sound tergantung merknya, kalau punya saya total perkiraan habis Rp. 10 juta,” ucapnya.

Ia menambahkan, setiap Minggu malam komunitas miniatur truk Gede Atur Waru berkumpul. Lokasinya pun berpindah pindah sesuai dengan situasi dan kondisi.

Bahkan beberapa hari yang lalu komunitas miniatur truk ini mengadakan kegiatan mengarak seorang anak usai dikhitan keliling rumah-rumah warga. (Rendi/Mifta)

Berita Terkait

Terbaru 3645243411604881570

Post a Comment

Radio Online

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::