Tulang Belulang Ditemukan di Dinding Gua Desa Bitingan

-- --

SALE- Para pegiat sejarah dari Lasem Kota Cagar Budaya (LKCB) menemukan tulang belulang yang diduga dari manusia pra sejarah menempel pada dinding gua temu ireng di desa Bitingan Kecamatan Sale.

Tidak hanya satu, tulang belulang itu ditemukan di beberapa titik di dalam gua.
Seorang pegiat sejarah dan anggota yayasan Lasem Kota Cagar Budaya (LKCB) Mohamad Al Mahdi kepada CBFM, Selasa (16/3) mengatakan belum lama ini dirinya bersama timnya menemukan tulang belulang yang diduga dari suku lingga yang hidup pada masa pra sejarah.

Suku Lingga sendiri merupakan suku tertua atau suku purba, yang telah ada jauh sebelum Majapahit berdiri. Suku Lingga dalam catatan sejarah Lasem berada di Bumi Lasem.

Dirinya menceritakan, pada mulanya gua temu ireng itu ditemukan oleh warga desa setempat. Namun warga desa tidak mengetahui apa isi di dalam gua itu.

Mendapat informasi itu, Ia bersama 4 kawannya menuju ke lokasi gua tersebut untuk meneliti kemungkinan adanya peninggalan pra sejarah di gua itu. Karena dari awal, laki-laki yang akrab disapa Koh Lam itu memang penasaran dengan peninggalan pra sejarah utamanya mengungkap keberadaan dari suku Lingga.

Benar saja berjarak 10 meter dari mulut gua ditemukan tulang-tulang yang menempel pada dinding gua yang berupa batuan kapur. Ukuran tulang yang ada bervariasi, ada yang sepanjang ruas jari, ada juga yang panjangnya hingga 40 cm.

Tulang belulang itu ditemukan di lima titik dinding gua. Dengan jarak antar temuan tulang kurang lebih 4-5 meter.

“Temuan tulang bervariasi, ada yang seukuran jari, ada yang seukuran pergelangan tangan. Ada yang sebesar tulang kaki. Jarak antar tulang ke tulang lain itu sekitar 4 meter, 5 meter. Jadi setiap 5 meter ada lagi, jadi banyak sekali tulang-tulang yang menempel,” bebernya.

Dirinya menjelaskan, dari ciri-cirinya, bersumber dari buku sejarah Kawitane Wong Jawa Lan Wong Kanung, suku Lingga memang tinggal di gua-gua yang berdiding kapur. Oleh karena itu, dugaan temuan tulang belulang itu mengarah kuat pada suku Lingga.

Karena tanah pada dinding gua mengandung kapur, lanjut dia, tulang belulang yang menempel masih terlihat utuh. Hanya sedikit tulang yang sudah berubah menjadi fosil.

“Berhubung itu di tanah yang mengandung kapur, jadi proses penguraian tulangnya lama. Sebagian ada yang sudah menjadi fosil ada juga yang belum. Tapi kebanyakan masih kayak tulang utuh,” bebernya.

Dirinya menyebutkan, kedalaman gua itu masih belum bisa diketahui. Pasalnya di dalam gua temu ireng itu terdapat sungai bawah tanah. Atas temuan itu, dirinya telah melaporkannya ke Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Jawa Tengah dan Balai Arkeologi (Balar) Yogyakarta. (Rendi/Mifta)

Berita Terkait

Terbaru 5932592875461737758

Post a Comment

Radio Online

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::