Akan Ada Café di Waduk Panohan, Cocok untuk Anda

-- --

GENEM – Puluhan relawan dan komunitas di Kabupaten Rembang mengadakan bersih-bersih sekitar lokasi Waduk Panohan, di Desa Panohan, Kecamatan Gunem. Acara bakti sosial yang melibatkan sejumlah Karang Taruna desa wisata di Kabupaten Rembang, KRI Patrem, dan komunitas IRB itu berlangsung Minggu pagi (19/04/2021).

Mereka membersihkan lokasi yang dalam waktu dekat ini akan didirikan sebuah tempat tongkrongan. Saat ini sedang dalam proses pengerjaan.

Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Panohan, Kecamatan Gunem Muhammad Shofwan Zaim, mengatakan pihaknya memiliki rencana jangka pendek. Rencana jangka pendeknya mendirikan café di sekitar sungai yang terdapat air mengalir seperti air terjun. Sehingga pengunjung dimanjakan dengan pemandangan sambil menikmati menu special di café.

Zaim menambahkan, pihaknya menargetkan café tersebut sudah buka setelah lebaran tahun ini. Sehingga bisa menjadi salah satu tujuan wisatawan yang datang ke Rembang.

“Untuk tahap pertama kami mendapatkan anggaran Rp 50 Juta dari desa. Separuhnya akan kita gunakan untuk pra syarat, yaitu pembangunan gapura, MCK, Musala dan lain-lain sebagai tempat wisata. Sedangkan sisanya untuk café,” kata Zaim.

Ia jangka panjangnya ialah pengembangan wisata air (River Tubing), yang sampai hari ini masih terkendala ijin dari pihak Perhutani.

Sementara itu, koordinator relawan KRI Patrem asal Desa Meteseh, Kecamatan Kaliori mendukung sepenuhnya pengembangan wisata di Waduk Panohan. Menurutnya, potensi alam di sekitar waduk sangat layak untuk dikeloka secara professional menjadi sebuah tempat wisata.

“Kami datang membawakan puluhan bibit pohon pecut glodok untuk ditanam di sekitar Waduk Panohan,” katanya.

Sebelumnya pihak pengelola Waduk Panohan sempat membuat ujicoba wisata air di Waduk tersebut. Konsep River Tubing dinilai paling pas untuk menjadi wisata air di wilayah Kabupaten Rembang. Bupati Rembang H Abdul Hafidz sempat mencoba River Tubing bersama sejumlah Forkopimda setempat. Namun konsep tersebut belum dapat berlanjut lantaran belum mengantongi ijin dari pihak Perhutani. (Asmui/Mifta)

Berita Terkait

Terbaru 2674374086685857180

Post a Comment

Radio Online

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::