Pilkada 2020 Yang Penuh Perjuangan dan Pengorbanan

-- --
    Foto : Dua penyelenggara Pilkada yang meninggal

REMBANG - Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Rembang tahun 2020 meninggalkan duka bagi Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Rembang termasuk masyarakat kabupaten Rembang. Pasalnya ada lima anggota Ad Hoc yang meninggal dunia sebelum hari H Pilkada serentak 9 Desember 2020 lalu.

Kelima orang tersebut adalah Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Pancur; Siroju Munir, Ketua PPK Kecamatan Sumber; Gunanto, KPPS 1 Desa Sulang, Kecamatan Sulang Subati, anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Narukan, Kecamatan Kragan, Miftahul Ihsan dan sekretaris PPK Sluke yakni Muhammad.

Komisioner KPUD Rembang, Zaenal Abidin mengungkapkan meninggalnya ke lima penyelenggara pemilu tersebut membuat Komisioner KPU terpukul, dirundung kesedihan.

" Bagi kami mas munir sudah sangat dekat , dia juga jurnalis di mata air radio, dia juga bisa memberikan masukan ke kami dari kacamata media, kami sempat kelimpungan soal media saat almarhum meninggal. Selain itu Ketua PPS desa Narukan, Miftahul ikhsan ini juga sangat miris dan tidak tega untuk melakukan verifikasi ke rumahnya, Ketua KPU yang ke sana, karena menjelang meninggalnya beliau, istrinya sedang berjuang melahirkan anak pertamanya, masih sangat muda kurang dari 30 tahun, " ungkapnya.

Dengan adanya anggota adhoc yang meninggal itu, KPU telah memberikan santunan kepada ahli waris masing-masing Rp. 15 juta.

Ketua KPU Rembang, M. Ika Iqbal Fahmi menambahkan beratnya pelaksanaan pilkada di tengah pandemi Covid-19 sangat dirasakan. Sampai- sampai pelaksanaan pilkada sempat tertunda selama 3 bulan.

"Pilkada kali ini, Pelaksanaannya 3 tahun anggaran. Tahun 2019, perencanaan, launching kemudian tahapan selanjutnya yaitu tahun 2020 ada 3 tahapan awal sebelum pandemi. Ada penundaan kurang lebih 3 bulan mulai Maret sampai dengan Juni. Berlanjut di tahun 2021, yaitu pelantikan kepala daerah terpilih, " imbuhnya.

Ia juga menceritakan masa- masa sulit sewaktu seluruh jajaran adhoc baik di tingkat Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) hingga di tingkat Kabupaten, sebanyak 15 ribu personel harus di rapid test dalam keadaan non reaktif.

Belum lagi masa mendebarkan ketika penyelenggara pilkada termasuk para Komisioner harus ke rumah sakit untuk melayani penyaluran suara bagi pasien covid-19. Rasa takut hinggap di dalam pikiran mereka, namun dengan niat ingin memberikan pelayanan yang maksimal kekhawatiran akan terpapar virus corona pun dikesampingkan. (Masudi/Mifta)

Berita Terkait

Terbaru 9068705223572319879

Post a Comment

Radio Online

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::