Satu Tahun Rembang Melawan Covid-19, Ratusan Miliar Telah Digelontorkan

-- --

Genap setahun sudah Rembang melawan wabah Covid-19. Ratusan miliar telah digelontorkan Pemkab dalam rangka menekan angka penyebaran Covid-19.

Kini, perjuangan selama satu tahun Rembang membuahkan hasil. Dimana Rembang mulai beranjak mendekati status zona hijau dengan jumlah kasus Covid-19 yang hanya
menyisakan hitungan jari.

Bupati Rembang H. Abdul Hafidz kepada CBFM Jumat (26/3) menyampaikan terhitung pada tanggal 25 Maret jumlah kasus covid-19 di Kabupaten Rembang tinggal 5 orang dan yang orang tanpa gejala (OTG) tinggal 38 orang. Jika dalam minggu ini tidak ada penambahan pasien, kasus Covid-19 di Rembang sudah tuntas.

Itu artinya, Rembang yang sebelumnya berstatus zona kuning akan beralih ke zona hijau. Pemkab baru baru ini juga sudah memulai membuka fasilitas umum yang semula buka dengan pembatasan menjadi buka normal seperti biasa.

Fasilitas umum itu diantaranya pasar dan tempat wisata. Selain itu Pemkab juga mulai memberi ijin digelarnya pembelajaran tatap muka (PTM) untuk SMP 12 titik dan 2 SD di tiap Kecamatan.

"Yang di rumah sakit tinggal 5, kalau ini tidak bertambah insya allah minggu ini kita clear. Jadi tinggal 5 pasein dan yang OTG tinggal 38 orang, " terangnya.

Bupati Hafidz menyebutkan, total anggraran pendapatan dan belanja daerah (APBD) yang telah digelontorkan untuk penanganan Covid-19 selama satu tahun sejumlah kurang lebih Rp. 193.900.000.000 Dengan rincian Rp. 71 miliar pada tahun 2020 dan Rp. 81 miliar di tahun 2021.

Ditambah lagi kekurangan pembayaran insentif tenaga kesehatan tahun 2020 oleh pemerintah pusat senilai Rp. 14,9 miliar. Karena sesuai dengan aturan pemerintah pusat yang terbaru, insentif tenaga kesehatan kini ditanggung oleh pemerintah daerah.

"Kalau tahun kemarin untuk Covid-19 iti sekitar Rp. 71 miliar dari APBD. Tahun ini kita harus refokusing dan harus menerima pengurangan DAU dari Menteri Keuangan yang jumlahnya kurang lebih Rp. 80 miliar. Kemudian pemerintah daerah harus pembayaran insentif tenaga kesehatan yang belum terbayarkan oleh pemerintah pusat yang sekarang ditanggung pemerintab daerah. Nilainya kurang lebih Rp. 14.900.000.000 untuk tahun 2020, belum yang tahun 2021," jelasnya.

Orang nomor satu di Rembang itu menambahkan untuk bulan ramadan ibadah di masjid masih tetap dibatasi. Dengan jumlah jamaah 50 persen dari kapasitas masjid. (Rendi/Mifta)

Post a comment

Radio Online

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::