Setahun Rembang Melawan Covid-19, Percepatan Vaksinasi Jadi Salah Satu Senjata

-- --

REMBANG - Pada 26 Maret 2021 ini tepat satu tahun virus covid-19 masuk di wilayah Kabupaten Rembang. Selama satu pula Rembang berjuang melawan covid dengan dengan ratusan orang meninggal dunia.

Sampai pada akhirnya pemerintah mencanangkan vaksinasi Covid -19 sebagai ikhtiar untuk menurunkan resiko atas paparan virus tersebut. Pemerintah Kabupaten Rembang pun langsung tancap gas melakukan pendataan bagi penerima vaksin.

Penerima vaksin dibagi menjadi tiga tahap. Tahap pertama untuk petugas medis, tahap kedua petugas publik, dan tahap ketiga khusus Lansia.

Dengan jumlah sasaran 2.488 tenaga kesehatan, 39.232 petugas publik (ASN, tenaga pendidikan, perangkat desa dll), serta 62.544 sasaran khusus Lansia. Sedangkan jumlah calon penerima vaksin Covid-19 di Kabupaten Rembang 104.264 sasaran.

Pada suntikan vaksin tahap pertama, tenaga medis yang mendapatkan suntikan vaksin 2.129 orang, untuk pelayan publik 5.313, serta lansia 2.345 orang. Jika dijumlah 9.787 orang sudah mengikuti pencanangan vaksinasi tahap pertama.

Sedangkan untuk suntikan vaksin dosis kedua, sudah ada 2.102 tenaga medis yang sudah menuntaskan vaksinasi, untuk petugas publik 2.673 orang, dan Lansia masih kosong atau belum dilakukan karena menunggu 28 hari setelah vaksin dosis pertama.

Humas Satgas Covid-19 Arief Dwi Sulisya mengatakan, sesuai dengan anjuran pemerintah pusat untuk mengejar target vaksinasi pada Lansia, Pemkab Rembang mengintruksikan kepada pihak Puskesmas untuk mempercepat suntik vaksin kepada Lansia.

"Vaksinasi yang diupayakan target itu fokus pada vaksinasi Lansia. Agar jumlah vaksian yang diterima agar diupayakan diterima secepat mungkin," kata Arief.

Sedangkan untuk vaksinasi bagi tenaga Guru yang akan menjalani proses pembelajaran tatap muka dalam waktu dekat ini, Arief menyebut, Pemkab Rembang sudah menyiapkan strategi khusus. Yaitu, guru yang bertugas di sekolah yang akan menjalani ujicoba pembelajaran tatap muka akan diprioritaskan dari tenaga pendidik yang lain.

"Tenaga guru yang diprioritaskan adalah sekolah yang melewati tahapan verifikasi dari tim Satgas Penanganan Covid-19 kabupaten. Hal ini juga menyesuaikan dengan ketersediaan vaksin juga." pungkasnya.

Vaksinasi Covid-19 yang dicanangkan oleh pemerintah pusat dan diteruskan oleh pemerintah daerah sudah melewati sejumlah uji, serta mendapatkan ijin edar, dan dinyatakan halal oleh MUI. Sejumlah tokoh keagamaanpun sudah mengikuti proses vaksinasi. Diantaranya Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Musthofa Bisri (Gus Mus). Selain itu, ulama muda yang sedang naik daun KH Bahaudin Nursalim (Gus Baha') juga sudah mengikuti suntik vaksin di Puskesmas Kragan. (Asmui/Mifta)

Berita Terkait

Terbaru 1291505422792582022

Post a Comment

Radio Online

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::