Siswa Sekolah Di Rembang Jalani Rapid Tes Antigen Untuk Antisipasi Penyebaran Covid-19

-- --

Setelah sepekan mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM), Siswa Sekolah SD dan SMP di Kabupaten Rembang menjalani rapid tes antigen. Mereka dirapid tes oleh petugas kesehatan di masing-masing Sekolah.

Humas gugus tugas Covid-19 Kabupaten Rembang Arief Dwi Sulistya kepada CBFM Selasa (13/4) menyampaikan dalam upaya mengantisipasi penularan Covid-19 di Sekolahan, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Rembang melakukan rapid tes antigen kepada para siswa di 12 SMP dan 28 SD yang melakukan PTM. Hal itu dilakukan untuk memastikan ketika siswa masuk sekolah dalam kondisi benar-benar sehat.

Pasalnya dikhawatirkan siswa dapat membawa virus ketika bermain di luar sekolah atau pun dari anggota keluarganya yang sedang terpapar Covid-19. Oleh karena itu rapid tes antigen ini merupakan deteksi awal dan juga pencegahan agar tidak terjadi penularan covid-19 di sekolah.

“Untuk antisipasi pencegahan penularan Covid-19 di Sekolahan, Dinas kesehatan melakukan tes rapid kepada para siswa dimana hal tersebut untuk mendeteksi ataupun untuk antisipasi siswa ke sekolah itu dalam keadaan fit, tidak membawa virus dari luar. Mungkin anak-anak itu bermain di luar dengan temannya atau di rumah mungkin ada yang terpapar Covid-19,” jelasnya.

Dirinya menyebutkan di setiap sekolahan diambil sampel kurang lebih 10 – 18 siswa untuk dilakukan rapid tes. Sejauh ini menurutnya pelaksanaan rapid tes para siswa berjalan dengan baik.

Sementara itu, Kepala Sekolah SD Turusgede Kecamatan Rembang Sri Sulasmiati mengatakan ada sebanyak 18 anak didiknya yang menjalani rapid tes antigen. Dimasing-masing kelas diambil sampel 3 siswa. Selain siswa, juga ada 10 guru yang dilakukan rapid tes antigen.

Dirinya mengungkapkan awalnya para siswa memang sedikit takut. Namun setelah diberi keyakinan dan semangat mereka berani untuk melakukan rapid tes antigen.

“Ada 18 anak didik, setiap kelas itu sampelnya 3 siswa. Jadi total ada 18 anak kemudian gurunya ada 10 yang dirapid tes. Respon anak-anak tadinya ada yang takut juga ada yang tidak tapi akhirnya anak tahu dan tidak apa-apa dan berani,” bebernya.

Ia menyebutkan hasil dari rapid tes antigen semua anak didiknya beserta para guru negatif. Meski demikian dirinya tetap akan memantau protokol kesehatan para anak didiknya. Agar ke depan protokol kesehatan dapat menjadi kebiasaan tanpa harus selalu diingatkan. (Rendi/Mifta)

Berita Terkait

Terbaru 1168255081381019809

Post a comment

Radio Online

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::