Ayah Salah Satu Kru KRI Nanggala Asal Lasem Berharap Jenazah Anaknya Ditemukan

-- --


Raut sedih masih sangat tampak pada wajah Sudiyanto, ayah Serda Dwi Nugroho salah satu kru KRI Nanggala-402 asal Kabupaten Rembang. Laki-laki paruh baya warga Desa Sumbergirang, Kecamatan Lasem ini masih berharap anaknya selamat dari kejadian naas itu. 

Ayah Serda Dwi Nugroho, Sudiyanto kepada CBFM Senin (26/4) menyampaikan mendengar anaknya berada dalam KRI Nanggala-402 dirinya bersama keluarga lantas pergi ke surabaya. Disana dirinya menemui istri Serda Dwi Nugroho dan kembali pulang di kediamannya pada Sabtu (24/4) kemarin.

Sebagai orang tua dirinya berusaha menghibur dan memberi dorongan moral pada istri Serda Dwi Nugroho. Meski KRI Nanggala-402 sudah berstatus subsank atau tenggelam dirinya masih berharap anaknya itu bisa ditemukan. 

"Baru kemarin tiba dari surabaya, karena istri Dwi Nugroho disana. Saya sebagai orang tua berusaha menghibur dan memberi dorongan moral" ungkapnya.

Sudiyanto menyebut Serda Dwi terakhir pulang ke Rembang saat Idul Adha tahun lalu. Dirinya terkahir komunikasi dengan putranya itu melalui telepon sekitar 2 minggu lalu.

Meskipun telah dinyatakan hilang, Sudiyanto masih menaruh harapan anaknya bisa selamat. Minimal dirinya ingin jenazah anaknya bisa dipulangkan dan dikebumikan di kampung halamannya. 

"Paling tidak bisa ditemukan dalam bentuk apapun dan dikebumikan disini. Saya sebagai orang tua tetap bangga. Anak saya gugur dalam menjalankan tugasnya sebagai Tentara Nasional Indonesia. Dia adalah pahlawan," Ucapnya. 

Diberitakan sebelumnya pencarian kapal selam KRI Nanggala-402 masih terus berlangsung sejak dinyatakan hilang kontak pada Rabu (21/4) dini hari. Oksigen diperkirakan hanya tersedia hingga pukul 03.00 WIB, sabtu (24/5).

Pencarian kapal selam KRI Nanggala-402 ini juga dibantu oleh Amerika Serikat (AS). AS mengerahkan pesawat patroli maritim milik Angkatan Lautnya untuk membantu upaya pencarian kapal selam KRI Nanggala-402. Pentagon menyebut P-8 Poseidon dirancang khusus untuk misi pencarian di lautan khususnya kapal selam.

Selain itu, Australia juga menggerahkkan HMAS Ballarat Rigid-Hulled Inflatable Boat (RHIB) dan helikopter untuk menyisir wilayah tersebut. Sebanyak lima personel dari angkatan bersenjata Singapura juga sudah berada di KRI Suharso.(Rendi/Mifta)

Berita Terkait

Terbaru 426831868146587187

Post a Comment

Radio Online

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::