Harlah ke-87, Ansor Kaliori Santuni Anak Yatim

-- --

KALIORI - Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Kaliori, hari Sabtu (24/4/2021), menggelar santunan anak yatim. Kegiatan Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-87 GP Ansor itu, dilaksanakan di Pasar Mbrumbung, Desa Banggi, Kecamatan Kaliori.

Ketua panitia penyelenggara, Lilik Wijanarko mengatakan kegiatan santunan anak yatim itu diikuti sebanyak 6 anak dari Desa Banggi.

"Acara santunan ini, diikuti 6 anak dari ranting terdekat. Dari ranting Banggi. Karena acara ini di Pasar Mbrumbung 1, yang berada di Dusun Randugosong, Desa Banggi," imbuhnya.

Insert lilik

Lilik Wijanarko menambahkan kegiatan santunan anak yatim itu sebagai bagian dari kepedulian organisasi kepemudaan di bawah Nahdlatul Ulama terhadap anak yatim. Sedangkan jumlah peserta sedikit, demi untuk memenuhi protokol kesehatan.

Wakil Ketua Organisasi dan Keanggotaan Bidang Pimpinan Cabang (PC). GP. Ansor Kabupaten Rembang, Abdurrohman Jauhari mengajak kepada Ansor dan Banser Kecamatan Kaliori untuk memegang teguh 4 karakter. Karakter ini harus dilaksanakan oleh seluruh anggota Banser dan Ansor dari organisasi tanpa terkecuali demi tercapainya tujuan organisasi.

"Untuk semua kader GP. Ansor, baik kader inti yang ada di PAC. GP. Ansor Kecamatan Kaliori, untuk selalu ingat 4 karakter yang tertanam dalam diri kita masing-masing. Yang pertama yaitu karakter kepemudaan, yang ke-2 karakter kemasyarakatan, yang ke-3 karakter keIslaman dan ke-4 karakter kebangsaan," terangnya.

Abdurrohman Jauhari menuturkan karakter kepemudaan dimaknai sebagai kader Banser dan Ansor harus memiliki jiwa muda, meskipun potonganya tua. Meskipun rambutnya tidak lagi hitam tapi bila semangatnya masih muda layak menjadi Banser dan Ansor.

Sedangkan karakter kerakyatan dimaknai sebagai Banser Ansor harus bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Untuk itu, harus bekerja sama dengan pemerintah, membantu program-program pemerintah demi kesejahteraan rakyat. Seperti halnya kegiatan santunan anak yatim tersebut.

Selanjutnya, karakter keislaman, sebagai kader Banser dan Ansor harus mengawal  para kiai dan ulama. Mengawal ulama, dengan cara turut mendakwahkan agama Islam yang menebarkan kedamaian bukan Islam yang mengajak permusuhan.

Sementara karakter kebangsaan sebagai kader Ansor dan Banser tidak boleh mundur sejengkalpun bila ada ancaman di hadapan yang mau menghancurkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Harta, jiwa dan raga, kita pertaruhkan untuk NKRI membantu TNI dan Polri.

Karena NKRI didirikan atas andil juga para ulama-ulama Nahdlatul Ulama seperti KH. Hasim Asy'ari, KH. Bisri Samsuri dan ulama lain serta para santri. 

Selain itu kegiatan yang dirangkai dengan peringatan Nuzulul Quran dan Harlah ke-142 Raden Ayu (RA) Kartini sekaligus Harlah ke-71 Fatayat NU diisi Tahtimul quran dan Wejang pasan (Masudi/Mifta)

Berita Terkait

Terbaru 9217600963632561672

Post a Comment

Radio Online

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::