Bupati Minta Maaf, Mobilitas Masyarakat Terbatasi PPKM Darurat

-- --

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat di Kabupaten Rembang telah berlangsung selama 18 hari. Sejauh ini banyak pro dan kontra yang terjadi di masyarakat akibat mobilitas yang sangat dibatasi oleh kebijakan pemerintah pusat tersebut.

Dalam hal ini Bupati Rembang Abdul Hafidz dalam kegiatan istighosah dan doa bersama ulama dan umara Rembang belum lama ini menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat karena tidak sedikit dari mereka yang merasa sangat terbatasi akibat kebijakan PPKM darurat. Utamanya kepada para pedagang kaki lima (PKL) maupun para pelaku UMKM.

Dirinya menyadari masyarakat tidak mungkin menerima kebijakan tersebut begitu saja. Namun PPKM darurat terpaksa harus diterapkan mengingat semakin mengganasnya penyebaran covid-19 di Kabupaten Rembang.

“Saya mohon maaf kepada masyarakat Rembang karena dengan PPKM darurat ini. Skenario yang sudah kita lakukan untuk membatasi aktifitas sampai dengan penyekatan jalan, terus terang saja banyak dipersoalkan. Tapi apa boleh buat, kalau ini tidak kita hambat ini akan terjadi kerumunan yang luar biasa,” jelasnya.

Tercatat pada tanggal 4 Juli 2021 lalu, kasus covid-19 di kabupaten Rembang melonjak hingga 782 kasus aktif. Setelah pemberlakukan PPKM darurat selama 18 hari kasus aktif covid-19 turun menjadi 444 kasus aktif atau berkurang 338 kasus.

Lebih lanjut Bupati Hafidz menerangkan kebijakan yang telah diambil pemerintah sama sekali tidak bertujuan untuk menyengsarakan bahkan memiskinkan masyarakat. Namun murni untuk kesejahteraan, kesehatan serta keselamatan masyarakat dalam menghadapi wabah covid-19.

“Bukan berarti pemerintah ini ingin memiskinkan, ingin menyengsarakan masyarakat. Pemerintah yakin haqqul yakin ingin rakyatnya sejahtera, ingin rakyatnya bahagia. Bukan ingin rakyatnya sengsara,” bebernya.

Diberitakan sebelumnya, Pemkab Rembang bekerjasama dengan Kementerian Agama Kabupaten Rembang menggelar Istighosah dan doa untuk keselamatan bangsa khususnya masyarakat Rembang dari wabah covid-19. Istighosah dan doa bersama merupakan upaya batin yang dilakukan dalam menghadapi pandemi Covid-19 setelah upaya lahir seperti penerapan protokol kesehatan selalu dipatuhi. (Rendi/Mifta)

Berita Terkait

Terbaru 7060538986552442065

Post a Comment

Radio Online

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::