Ini Dia Salah Satu Bisnis Yang Kebal Terjangan Pandemi Covid-19

-- --
    Foto: Pabrik Kerupuk Bandung milik Ali

REMBANG- Pandemi covid-19 memberikan dampak yang luas bagi segala hal. Terutama pada sektor bisnis yang ikut terpukul oleh virus asal Wuhan China itu.

Banyak bisnis yang terpaksa gulung tikar karena tak bisa bertahan di tengah hantaman virus corona. Namun ada beberapa bisnis yang tidak terdampak sedikitpun, salah satunya yaitu bisnis kerupuk Bandung.

Pengusaha kerupuk di Desa Waru Kecamatan Rembang Ali Mahmudi kepada CBFM Senin (12/7) mengungkapkan selama pandemi, bisnis keluarga yang Ia geluti sama sekali tidak terpengaruh. Bahkan di masa pandemi ini bisnis kerupuknya justru semakin meningkat.

Ia menyebutkan dari sebelum pandemi, peningkatan bisnisnya sekitar 10 persen. Meski terhitung hanya sedikit peningkatannya, namun hal itu sudah luar biasa di masa pandemi seperti ini.

Ia mengungkapkan peningkatan tersebut dikarenakan jumlah tengkulak yang membeli kerupuk di tempatnya semakin bertambah. Bertambahnya tengkulak tersebut, imbas dari beberapa tempat produksi kerupuk langganan para tengkulak tutup akibat kehabisan modal. Sehingga para tengkulak tersebut beralih membeli di tempatnya.

"Dalam kondisi pandemi ini kan harga bahan-bahan baku pabrik meningkat. Lha ada pabrik yang tidak kuat, ibaratnya pemasukan hariannya tidak untung. Sehingga tutup sementara, jadi pedagangnya pindah ke tempat saya," jelasnya.

Lebih lanjut Ia menyebutkan jumlah tengkulak yang membeli kerupuk di tempatnya saat ini berjumlah 30 orang lebih. Sebelumnya hanya sekitar 20 tengkulak.

Omset kotor perhari dari usaha kerupuknya mencapai Rp. 20 juta lebih. Ia mengungkapkan, keuntungan yang didapatnya fluktuatif, tergantung dari harga bahan pokok yang ia beli untuk produksi kerupuk.

"Selama pandemi ini tidak terpengaruh, tapi ya itu tadi harga bahan baku yang naik jadi keuntungannya semakin sedikit. Tapi alhamdulillah bisa tetep jalan dan bisa buat kebutuhan sehari-hari," bebernya.

Dalam sehari Ia dapat memproduksi 700 kilogram kerupuk mentah. Sedangkan kerupuk matang dapat terjual 600 kilogram lebih setiap hari.

Di musim penghujan pun usaha kerupuknya tidak sedikitpun goyah. Malah lebih banyak kerupuk yang Ia produksi karena permintaan pembeli yang semakin naik untuk digunakan cemilan di tengah guyuran hujan. (Rendi/Mifta)

Post a Comment

Radio Online

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::