Jelang Idul Adha, Dintanpan Mulai Lakukan Antemortem Di Penampungan Hewan Ternak

-- --
    drh.Moh. Anwarul Fu'ad saat melakukan 
          pemeriksaan calon hewan kurban

REMBANG - Pelaksanaan Kurban tahun 2021 sedikit berbeda dari tahun sebelumnya, dimana Kurban tahun ini dilaksanakan di tengah penerapan PPKM Darurat Jawa dan Bali. Tentunya ini mengharuskan seluruh tahapan menerapkan Protokol Kesehatan yang sangat ketat sesuai aturan yang telah ditetapkan pemerintah termasuk pemeriksaan sebelum hewan disembelih (antemortem) untuk Idul Adha.

Medik Veteriner Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten (Dintanpan) Rembang, drh. Moh. Anwarul Fu'ad kepada CBFM Rabu (14/7) menyampaikan untuk tahapan persiapan pelaksanaan kurban, pihaknya melakukan pemeriksaan fisik sebelum hewan disembelih (antemortem) di beberapa lokasi penampungan hewan yang ada di Kabupaten Rembang. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwasanya hewan/ternak yang akan digunakan untuk berkurban telah memenuhi syarat baik secara aspek syariatnya maupun aspek kesehatan hewannya.

Ia menyebutkan, syarat hewan ternak yang layak digunakan untuk kurban diantaranya sapi, kerbau, kambing, domba, unta. Dan yang paling penting dalam keadaan sehat, cukup umur dan tidak cacat.

Lebih lanjut Ia menerangkan, pada pemeriksaan antemortem hari pertama ditemukan hewan dengan kategori belum cukup umur 2 ekor sapi dan 6 ekor kambing, kemudian radang selaput mata (conjungtivitis) 2 ekor kambing. Indikasi dari beberapa penyakit yang ditemukan tersebut kata Dia, tergolong penyakit non-zoonosis (tidak menular dari hewan ke manusia) dan dapat disembuhkan.

“Saat pemeriksaan antemortem ditemukan hewan dalam kategori belum cukup umur ada 2 ekor sapi dan 6 ekor kambing. Kemudian radang selaput mata ada 2 ekor domba. Indikasi dari beberapa penyakit yang ditemukan tergolong penyakit non-zoonosis atau tidak menular dari hewan ke manusia dan dapat disembuhkan,” bebernya.

Akan tetapi secara umum ternak atau hewan kurban yang diperiksa sebagian besar Layak untuk menjadi hewan kurban. Selain pemeriksaan hewan kurban, Dintanpan juga memberikan sosialisasi penerapan protokol kesehatan mulai dari tingkat penjual ternak, kandang penampungan ternak, lapak-lapak jualan ternak, distribusi ternak dan sampai pelaksanaan Kurban baik di tempat-tempat ibadah (masjid,mushola) maupun di tempat penyembelihan hewan kurban yang lainnya.

Ia menyebutkan, standar protokol kesehatan yang harus diterapkan yaitu penggunaan double masker, penyediaan tempat dan sabun cuci tangan, tempat penampungan atau penyembelihan yang bersih, sanitasi lingkungan yang baik, penerapan physical distancing (jaga jarak), serta tidak menimbulkan kerumunan. Dan yang paling penting hewan kurban disertai surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) dari dinas teknis terkait.

“Pelaksanaan Kurban tahun 2021 sedikit berbeda dari tahun sebelumnya, dimana Kurban tahun ini dilaksanakan ditengah penerapan PPKM Darurat Jawa dan Bali. Tentunya ini mengharuskan seluruh tahapan menerapkan Protokol Kesehatan yang sangat ketat sesuai aturan yang telah ditetapkan pemerintah,” jelasnya.

Dirinya menghimbau kepada masyarakat supaya selalu menerapkan standar protokol kesehatan yang baik guna mencegah dan memutus rantai penularan covid19, khususnya dalam proses pelaksanaan kurban. Pemantauan penyembelihan dan pemeriksaan postmortem (setelah hewan disembelih) nantinya juga akan dilakukan untuk memastikan masyarakat memperoleh dan mengkonsumsi daging yang ASUH yaitu Aman-Sehat-Utuh-Halal. (Rendi/Mifta)

Berita Terkait

Terbaru 420666808956922906

Post a Comment

Radio Online

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::