AKI Naik, Sebagian Besar Karena Terpapar Covid-19

-- --

Angka Kematian Ibu (AKI) baik  di Kabupaten Rembang, mengalami kenaikan. Pasalnya, pada tahun 2019 sebanyak 6 kasus, namun di tahun 2020 menjadi 11 kasus. Sedangkan pada tahun 2021, di bulan Agustus tetdapat 11 kasus.


Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rembang, Ali Syofi'i saat workshop penurunan AKI dan Angka Kematian Bayi (AKB), di Sanggar Budaya kompleks Museum RA. Kartini, hari Rabu (8/9).

Ali Syofi'i mengatakan sebaran AKI terbanyak di Kecamatan Rembang sebanyak 3 kasus. Kecamatan Kaliori ada 2 kasus. Sarang, Lasem ada 1 kasus. Tujuh diantaranya karena terpapar covid-19.

"Penyebab kematian ibu di tahun 2021 tersebut karena terpapar Covid sebanyak 7 orang. Sisanya karena perdarahan, infeksi pada saat nifas, syndrome tetralogy (kelainan jantung bawaan) dan syndrom stevens johnsons (kelainan pada kulit)."

Sedangkan Angka Kematian Bayi (AKB) menurut Ali Syofi'i dari tahun ke tahun mengalami penurunan. Di tahun 2018 terdapat 94 kasus, 2019 sebanyak 86 kasus, di tahun 2020 menjadi 60 kasus dan di tahun 2021 per bulan Agustus 2021 sebanyak 51 kasus tersebar di 12 kecamatan kecuali Kecamatan Lasem dan Kecamatan Sluke yang 0 kasus.

Sejumlah penyebab kasus AKB di tahun 2021 diantaranya asfiksia, Berat Badan Bayi Lahir Rendah dan infeksi.

Sementara itu Ketua tim penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Rembang, Nyonya Hasiroh Hafidz lebih menyoroti tentang kasus stunting. Kabupaten Rembang menempati urutan ke-2 terbanyak kasus stunting di Jawa Tengah pada tahun 2020 setelah Kabupaten Wonosobo.

"Masalah gizi buruk dan stunting berdampak buruk pada sumber daya manusia dan masa depan Bangsa Indonesia. Prevalensi stunting 30,8% pada tahun 2018. Diharapkan turun menjadi 14% pada tahun 2024," imbuhnya.


Nyonya Hasiroh Hafidz memaparkan peran PKK dalam pencegahan stunting diantaranya membentuk calon lokus stunting di 27 desa tersebar di 11 puskesmas dari 10 kecamatan kecuali kecamatan Gunem, Sale, Pancur dan Kecamatan Sluke.

Selain itu menurunkan angka pernikahan usia di bawah 20 tahun, melakukan pengukuran status gizi ibu hamil, memastikan balita tetap ditimbang dan terpantau via online maupun dengan posyandu protokol kesehatan ketat.(Masudi/Mifta)

Berita Terkait

Terbaru 3952537492736376898

Post a Comment

Radio Online

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::