Balai PPW Jateng Minta Pemkab Rembang Bentuk Kelembagaan Terkait Penataan Kota Pusaka Lasem

-- --
Penataan kota pusaka Lasem sudah memasuki tahap pertama yang difokuskan di kawasan alun-alun Lasem. Groundbreaking atau peletakan batu pertama juga sudah dilakukan pada Jum'at (6/9/2021).

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (PPW) Jawa Tengah, Cakra Nagar saat Groundbreaking menyampaikan komitmen Kabupaten Rembang untuk mendukung pengerjaan kota pusaka Lasem harus dilaksanakan. Salah satunya yaitu penyelenggaraan bangunan gedung hijau.

Maka dari itu, untuk kelancaran pengerjaan kota pusaka Lasem pihaknya meminta kepada Pemkab Rembang agar membentuk sebuah kelembagaan. Lembaga tersebut nantinya bertugas untuk sertifikasi bangunan gedung hijau.

Karena bangunan gedung hijau memiliki beragam fungsi dalam pembangunan berkelanjutan. diantarannya mengurangi dampak negatif dari bangunan terhadap lingkungan, memastikan kesesuaian penggunaan lahan, menciptakan manusia dan lingkungan yang sehat melalui penyediaan material bangunan yang bebas racun.

Selain itu, Cakra Nagar juga meminta Pemkab Rembang untuk menyiapkan kelembagaan lainnya. Yang bertugas untuk pengelola kawasan kota pusaka Lasem pasca pelaksanaan konstruksi.

“Komitmen Kabupaten Rembang untuk pengerjaan kota pusaka harus dilaksanakan. Salah satunya terkait dengan penyelenggaraan bangunan gedung hijau. Dimana Pemkab Rembang perlu menyiapkan kelembagaan guna sertifikasi gedung hijau,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Rembang H. Abdul Hafidz mengatakan kewajiban yang harus dipenuhi Pemkab Rembang dalam mendukung kelancaran penataan kota pusaka Lasem tentu akan dilakukan. Seperti Pembentukan kelembagaan guna mendukung penataan kota pusaka Lasem. 

Tentu saja dalam pembentukan lembaga, kata Bupati Hafidz, akan melibatkan masyarakat Lasem. Sehingga pembangunan kota pusaka Lasem dapat berdaya untuk masyarakat setempat.

“Bagaimana pengelolaannya, kami akan siap dan kami akan melibatkan komponen masyarakat Lasem. Sehingga nanti benar-benar ini berdaya untuk dikembangkan secara ekonomi maupun sosial. Jadi saya siap untuk membuat semacam kelembagaan yang menangani tentang bagaimana kota pusaka ini bisa punya nilai sosial, ekonomi dan nilai yang lain,” bebernya.

Orang nomor satu di Rembang itu pun menyadari jika kawasan kota pusaka Lasem sudah selesai dibangun tentu ada Pekerjaan Rumah lain yang harus dikerjakan juga. Seperti penyediaan pasokan air dan penataan jalan lingkar agar tidak terjadi kemacetan di kawasan kota pusaka Lasem saat wisatawan sudah banyak yang berkunjung. (Dari Lasem Rendi Melaporkan)

Berita Terkait

Terbaru 5918745132045425326

Post a Comment

Radio Online

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::