Destinasi Yang Belum Kantongi Rekomendasi Akan Ditunjuk Sebagai Wisata Percontohan

-- --
Para pengelola wisata di kabupaten Rembang tengah disiapkan untuk berbenah sebelum menyikapi lampu hijau pembukaan lokasi wisata. Mereka telah dikumpulkan oleh Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata (Dinbudpar) Rembang untuk disepahamkan dengan aturan yang ada pada PPKM darurat level 2.

Kepala Bidang (Kabid) Destinasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Rembang Purwono menyampaikan, sesuai aturan PPKM level 2, kapasitas tempat wisata sangat dibatasi, yakni 25 persen dari kapasitas maksimalnya lokasi wisata. Bukan 25 persen dari jumlah rata-rata pengunjung yang datang ke lokasi wisata. 

Ia membeberkan, pembukaan tempat usaha pariwisata tersebut nantinya akan berbasis aplikasi Peduli Lindungi untuk memindai pengunjung hingga pekerja di destinasi wisata. Upaya tersebut dijelaskannya dimaksudkan untuk meminimalisir penularan covid-19 di tempat wisata.

"Angka 25 persen itu kan pembatas agar tidak terjadi kerumunan. 25 persen di sendang kaputren sama di Karangjahe kan beda. Kemudian tata aturan yang tidak bisa ditawar kan semua pengelola harus sudah di vaksin. Kemudian pengunjung harus menunjukan kartu vaksinasi," jelasnya. 

Saat ini pihaknya sudah mengantongi 15 destinasi wisata yang sudah mengantongi rekomendasi. Sementara destinasi yang menjadi percontohan ditunjuk berdasarkan kesepakatan dari seluruh pengelola wisata di Rembang. 

Hasilnya, lanjut Dia, para pengelola sepakat untuk menjadikan destinasi wisata yang belum mendapat rekomendasi menjadi percontohan. Sekaligus agar destinasi wisata tersebut bisa melakukan simulasi sebagai syarat mendapat rekomendasi. 

Ada tiga destinasi wisata yang belum mengantongi rekomendasi buka selama pandemi dan kemungkinan bisa menjadi kandidat percontohan . Tiga tempat wisata itu yakni Taman Sulo Indah desa Sulo Kecamatan Lasem, wahana wisata Trio G di Kecamatan Sarang, Hutan Mangrove desa Pasar Banggi Kecamatan Rembang.

"Kesepakatannya saya suruh musyawarah sendiri. Tadi kesepakatannya percontohan itu dicari destinasi mana yang belum mendapat rekomendasi. Sekaligus mereka melaksanakan simulasi. Kalau percontohan ditunjuk sepihak pasti banyak pertanyaan yang muncul, kenapa itu jadi percontohan, apakah itu yang terbaik, seperti itu," terangnya. 

Dirinya menambahkan, upaya vaksinasi pengelola wisata saat ini juga sedang digenjot. Berdasarkan kesepakatan para pengelola wisata, vaksinasi difokuskan selesai di satu titik wisata dahulu. Setelah itu baru ke wisata lainnya. (Rendi/Mifta)

Berita Terkait

Terbaru 6609446726039951867

Post a Comment

Radio Online

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::