Jembatan Merah Hutan Mangrove Terpilih Sebagai Wisata Percontohan

-- --
Wisata jembatan merah hutan mangrove di Desa Pasar Banggi, Kecamatan Rembang terpilih sebagai wisata percontohan yang buka di masa PPKM Level 2. Pemilihan tersebut berdasarkan kesepakatan seluruh pengelola wisata di Kabupaten Rembang.

Pengelola tempat wisata jembatan merah hutan mangrove Purwanto kepada CBFM Selasa (7/9) menyampaikan destinasi wisata jembatan merah telah melakukan sejumlah persiapan sejak hari Sabtu kemarin untuk menggelar simulasi sebagai wisata percontohan. Untuk para pengurus wisata jembatan merah hutan mangrove menerapkan protokol kesehatan untuk pengunjung mulai dari menyiapkan tempat cuci tangan, menggunakan alat pengukur suhu badan, masker dan pemeriksaan kartu vaksin.

Dirinya membeberkan, sebenarnya wisata jembatan merah sudah lama mengajukan untuk menggelar simulai agar mendapat rekomendasi buka di masa pandemi. Namun, ketika jadwal simulasi sudah ditetapkan, terpaksa harus ditunda akibat dikeluarkannya aturan PPKM.

Setelah menunggu sekian lama, kata dia, akhirnya wisata jembatan merah mendapat giliran untuk melaksanakan simulasi usai libur panjang akibat melonjaknya kasus covid-19 di Kabupaten Rembang. Namun untuk jadwal simulasinya, saat ini pihaknya masih menunggu keputusan dari Pemkab Rembang.

“Kemarin diusulkan dari Dinbudpar Kabupaten Rembang untuk dijadikan percontohan simulasi dengan menggunakan sertifikat vaksin. Kemarin sudah kami terapkan dengan pengawasan dari gugus tugas kecamatan kemudian ditindak lanjuti dari Dinbudpar. Tapi untuk kapan simulasinya masih menunggu instruksi dari Provinsi,” jelasnya.

Dirinya mengungkapkan, sejak melakukan persiapan pada hari Sabtu. Pada hari Minggu sudah banyak wisatawan yang berkunjung ke jembatan merah. Karena mengacu pada surat edaran Bupati yang memperbolehkan tempat wisata buka dengan kapasitas 25 persen, wisatawan diperbolehkan masuk dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Lebih lanjut ia menerangkan, selama wisata tersebut mendapat kunjungan dari wisatawan, tidak sedikit dari mereka yang disuruh putar balik karena tidak bisa menunjukan kartu vaksin. Kebanyakan wisatawan tersebut berasal dari luar kota Rembang.

“Kita juga harus mematuhi protokol kesehatan dengan benar, mulai pengecekan suhu, penggunaan masker, cuci tangan. Tapi pengunjung dari luar daerah yang tidak mematuhi protokol kesehatan kita kembalikan. Ada, hampir 50 persen sudah kita suruh kembali. Kemarin yang kita suruh putar balik sekitar 100 pengunjung,” bebernya.

Dirinya menambahkan, bagi wisatawan yang hendak berkunjung ke wisata jembatan merah wajib menunjukan sertifikat vaksin saat di parkiran motor. Sertifikat bisa ditunjukan dalam bentuk kartu maupun melalui aplikasi peduli lindungi.(Rendi/Mifta)

Berita Terkait

Terbaru 9102320798877006012

Post a Comment

Radio Online

Politik

item
::: Anda juga dapat mendengarkan siaran kami memalaui Streaming website www.cbfmrembang.com ::: E-mail redaksicbfmrembang[@]gmail.com :::: Info pemasangan iklan Wida Susanti 0822 4106 1891 ::: Tlpn ( 0295 ) 691613 ::: Pemberitaan 085 226 904 720 :::